Kompetensi Pedagogi Guru SD
Sabtu, 17 September 2011 06:35:30 - oleh : lemlit - views 14672
Kompetensi Pedagogi Guru SD

HUBUNGAN
ANTARA KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SD DENGAN KUALITAS PEMBELAJARAN


Oleh
:


*Maulana
Yusuf, S.Pd


 


 


Abstract :


Penelitin ini bertujuan
mendapat gambaran tentang tingkat kompetensi pedagogiK guru sekolah dasar di
Kota Madya Bukit Tinggi Sumatera Barat serta hubugannya dengan kualitas
pembelajaran.  Metode penelitian yang
digunakan adalah metode deskriptif, yang dilaksanakan di beberapa Sekolah Dasar
di Kota Madya Bukit Tinggi Sumatera Barat pada Thun ajaran 2010/2011 pada
subyeknya nya adalah guru-guru sekolah dasar. Teknik pengambilan sampel dengan
metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kompetensi
pedagogik, dan lembar questioner kualitas proses pembelajaranmelalui lembar
questioner kinerja guru. pengolahan data dilakukan dengan analisis deskriptif
dan uji korelasi. Hasil ,menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kompetensi
pedagogic adalah 6,1 dan kualitas proses pembelajaran 5,1. Terdapat hubungan
yang signifikan antara tingkat kompetensi pedagogik dengan kualitas proses
pembelajaran guru sekolah dasar di Kota Madya Bukit Tinggi Sumatera Barat.  Dapat disimpulkan bahwa tingkat kompetensi
pedagogic guru sekolah dasar di Kota Madya Bukit Tinggi Sumatera Barat berada
pada Grade B.


 


Key Word : Kompetensi Pedagogikl,
Kualitas Pembelajaran


 


Latar Belakang
Masalah


Dunia
berkembang begitu pesatnya. Segala sesuatu yang semula tidak bisa dikerjakan,
mendadak dikejutkan oleh orang lain yang bisa mengerjakan hal tersebut. Agar
kita tidak tertinggal dan ditinggalkan oleh era yang berubah cepat, maka kita
sadar bahwa pendidikan itu sangat penting.


Banyak
negara yang mengakui bahwa persoalan pendidikan merupakan persoalan yang pelik.
Namun semuanya merasakan bahwa pendidikan merupakan salah satu tugas negara
yang amay penting. Bangsa yang ingin maju, membangun, dan berusaha memperbaiki
keadaan masyarakat dan dunia tentu mengatakan bahwa pendidikan merupakan kunci
keberhasilan suatu bangsa. Karena  dalam
arti yang luas pendidikan adalah suatu proses yang berkaitan dalam upaya
mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup pada diri
setiap peserta didik.


Dengan demikian, jelaslah bahwa pendidikan merupakan
hal yang sangat penting bagi setiap manusia. Dengan pendidikan manusia dapat
mempunyai sikap bertanggung jawab dan dapat mengembangkan bakat dan
kemampuannya secara optimal. Oleh kerena itu, kesadaran akan pentingnya
pendidikan bagi anak usia sekolah perlu ditingkatkan, terutama pada tingkat
Sekolah Dasar. Sekolah dasar merupakan pondasi atau tahap awal yang harus
dilalui seseorang untuk dapat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih
tinggi. Pendidikan Sekolah Dasar merupakan satuan pendidikan formal pertama
yang mempunyai tanggung jawab untuk dapat mengembangkan sikap dan kemampuan
dasar bagi siswa agar dapat menyesuaikan diri di tengahmasyarakat. Sebagaimana
tercantum pada PP No.28 Tahun 2005 tentang 
tujuan pendidikan dasar yaitu : "Pendidikan dasar memberikan bekal
kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupan sebagai pribadi,
anggota, masyarakat dan warga negara serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti
pendidikan menengah"


Untuk memperoleh pendidikan yang baik maka
kita sebgai guru perlu disadari bahwa proses pembelajaran di dalam kelas
merupakan bagian yang sangat penting dari pendidikan. Sehingga pembelajaran yang
tidak bermutu yang pada dasarnya berasal dari dalam kelas itu akan berdampak
sanagt luas. Pembelajaran di dalam kelas yang bermutu tentu akan
menghasilkan hasil lebih baik. Dalam hal ini guru memiliki peran yang sangat
besar dalam mengorganisasi kelas sebagai bagian dari proses pembelajaran dan
siswa sebagai subyek yang sedang belajar. Kemampuan guru dalam mengemas proses
tentu tidaklah spontan, namun perlu persiapan. Pembelajaran yang bermutu tentu
diawali dari persiapan yang bermutu pula. Kemampuan guru dalam hal ini tentu
memberi pengaruh sangat besar. Perlu kita simak bahwa guru yang professional
sangat dituntut saat ini, kecuali kita akan tetap ketinggalan sebagai bangsa.
Dalam UU No 20/2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 point 1 dijelaskan " Guru adalah pendidik profesional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. "


Guru sebagai tenaga profesional sebagaimana
dimaksudkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 4
tertulis guru berfungsi untuk untuk meningkatkan martabat dan peran guru
sebagai agen pembelajaran berfungsi meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Tentu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan amanat tersebut. Guru yang
profesional tentu memiliki kompetensi dalam bidangnya. Disamping memiliki kompetensi
profesional
yang berarti menguasai bidang yang diampunya, guru dituntut
memiliki kompetensi pedagogik yaitu menguasi metodik pembelajaran baik
penguasaan kurikulum, merancang proses pembelajaran, melaksanakan proses
pembelajaran, mengadakan evaluasi dan analisa pembelajaran serta melaksanakan
program tindak lanjut. Selain kedua kompetensi di atas guru dituntut memiliki
kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Kompetensi kepribadian
tentunya guru sebagai tokoh sentral dalam pembelajaran dituntut memiliki
kepribadian yang baik, jujur, berwibawa, tanggungg jawab dan sepatutnya guru adalah
teladan bagi murid-muridnya. Kompetensi sosial menunjukkan bahwa guru adalah
bagian dari masyarakat, baik masyarakat kerjanya atau koleganya juga masyarakat
di lingkungan tempat tinggalnya. Tentunya guru harus memliki kemampuan
berkomunikasi dengan baik terhadap lingkungannya.


Didalam proses
pembelajaran tentunya banyak faktor yang akan mempengaruhi keefektifan
pembelajaran tersebut baik yang berasal dari guru, siswa, sekolah, maupun
lingkungan dan masyarakat. Guru mempunyai peran penting di dalam proses
pembelajaran untuk menjadikan pembelajaran tersebut menjadi efektif dan siswa
dapat mengembangkan kemampuannya  secara
optimal. Begitu pula dengan siswa, siswa di dalam proses pembelajaran bukan
lagi sebgai obyek melainkan sebagai subyek yang harus guru perhatikan di dalam
setiap prosesnya. Keefektifan siswa di dalam kegiatan belajar mengajar juga
dipengaruhi oleh motivasi yang ada pada diri siswa itu sendiri maupun guru
yang  yang dapat membangunkan motivasi
siswa di dalam proses pembelajaran.


Guru
mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan
nasional,khususnya di bidang pendidikan, sehingga perlu dikembangkan sebagai
tenaga profesi yang bermartabat dan professional. Katanya guru merupakan titik
sentral dari peningkatan  kualitas
pendidikan yagn bertumpu pada kualitas proses belajar mengajar. Terjadi sebuah
permasalahan kenapa peningkatan profesionalisme guru tidak dijalakan secara
sungguh-sungguh.


Menyadari
kondisi di atas, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan
standar kopmpetensi dan sertifikasi guru,antara lain dengan disahkannya
undang-undang guru dan dosen yang ditindaklanjuti dengan pengembangan rancangan
peraturan pemerintah tentang guru dan dosen, yang kesemuanyaitu  dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme
dan kompetensi guru.


Berdasarkan
beberapa hasil penelitian  seperti Murphy
(1992) menyatakan bahwa keberhasilan pembaharuan sekolah sangat ditentukan oleh
gurunya,karena guru adalah pemimpin pembelajaran, fasilitator, dan sekaligus
merupakan pusat inisiatif pembelajaran. Karena itu, guru harus snantiasa
mengembangkan diri secara mandiri tidak bergantung kepada inisiatif  kepala sekolah dan supervise. Chen dan Wong
(1996) menyatakan bahawaberdasarkan hasil penelitiannya di Zhenjiang, cina melaporkan  emapat karakteristik sekolah dasar yang
unggul (berprestasi), yaitu (1) adanya dukungan pendidikan yang konsisten dari
masyarakat, (2) tingginya derajat profesioanalisme di kalangan guru, (3) adanya
tradisi jaminan kualitas dari sekolah , (4) adanya harapan yang tinggi dari
siswa yang berprestasi.


Sehubungan
dengan hasil-hasil penelitian tersebut, sedikitnya terdapat beberapa indicator
yang menunjukkan lemahnya guru dalam menjalankan tugas utamanya yaitu ,
rendahnya pemahaman tentang strategi pembelajaran, kurangnya kemahiran dalam
mengelola kelas, rendahnya kemampuan melakukan dan memanfattkan peneltitian
tindakan kelas,rendahnya motivasi berprestasi, kurang disiplin, rendahnya
komitmen profesi ,  serta rendahnya
kemampuan manajemen waktu.


Berdasarkan
kondisi di atas, terdapat kategori kompetensi yang harus diumiliki oleh guru
yaitu kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleg guru, yaitu kemampuan Guru
dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik.


Dari
latar belakang tersebut maka peneliti ingin  meneliti hubungan antara kompetensi paedagogik
terhadap kualitas proses pembelajaran


 


Kajian Pustaka


Kerangka konseptual dalam penelitian ini mencakup :  (1) Hakikat Guru (2) Kompetensi Pedagogik (3) pembelajaran


 


A.    Hakikat
Pendidik


Keberadaan
guru dalam proses pembelajaran memegang peranan penting. Peran guru dalam
proses pembelajaran tidak dapat digantikan oleh benda lain seperti mesin
ataupun dengan alat canggih.


Proses
pembelajaran banyak menyentuh aspek/ unsur manusiawi seperti sikap, perilaku,
moral, intelektual, sosial, emosional, merupakan hasil dari proses pembelajran
yang tidak dapat dicapai melalui alat teknologi canggih. Keberadaan guru tetap
diperlukan dalam sistem pembelajaran manapun.


dengan
keberadaan guru yang sangat penting. Oleh karana itulah guru harus meningkatkan
kualitas dirinya dengan berbagai macam hal yang dapat membantunya di dalam
proses pembelajran dan terciptanya pembelajaran yang bermutu. Keprofesional
guru sangat dituntut di dlam meningkatkan mutu pemeblajran. Untuk menjadi guru
yang profesional guru di tuntut harus mempunyai kompetensi-kompetensi yang
harus dimilikinya. Kompetensi itu yaitu : kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian. Kompetensi profesional. Dan kompetensi sosial


Selain
itu mengingat peranan guru yang strategis guru dalam setiap upaya peningkatan
mutu pembelajran,maka peningkatan profesionalisme guru merupakan kebutuhan.
Suatu pekerjaan yang bersifat profesional tidak dapat dilakukan sembarang
orang.


Oemar
mengatakan bahwa jabatan guru dikenal sebagai suatu pekerjaan profesional.
Artinya jabatan itu memerlukan suatu keahlian khusus. Dan pekerjaan yang hanya
dapat dilakukan oleh mereka secara khusus disiapkan untuk itu dan bukan
pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat atau memperoleh
pekerjaan lainya.


Peran guru dalam proses
belajar-mengajar , guru tidak hanya tampil lagi sebagai pengajar (teacher),
seperti fungsinya yang menonjol selama ini, melainkan beralih sebagai pelatih (coach), pembimbing (counselor) dan manager belajar (learning manager).
Hal ini sudah sesuai dengan fungsi dari peran guru masa depan.


Kehadiran guru dalam proses
belajar mengajar atau pengajaran, masih tetap memegang peranan penting. Peranan
guru dalam proses pengajaran belum dapat digantikan oleh mesin, radio, tape recorder
ataupun oleh komputer yang paling modern sekalipun. Masih terlalu banyak
unsur-unsur manusiawi seperti sikap, sistem, nilai, perasaan, motivasi,
kebiasaan dan Iain-lain yang diharapkan merupakan hasil dari proses pengajaran,
tidak dapat dicapai melalui alat-alat tersebut. Di sinilah kelebihan manusia
dalam hal ini guru dari alat-alat atau teknologi yang diciptakan manusia untuk
membantu dan mempermudah kehidupannya.


Peran
guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas
memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan
(supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar
anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam
keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih
lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang
dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan
keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan
jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu
tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai
penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak
agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.


 


B.     Pengertian  Belajar dan Pembelajaran


belajar berarti
usaha untuk memperoleh ilmu .Pendapat dari Djamarah tentang "belajar adalah merupakan
serangkaian kegiatan jiwa dan raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah
laku sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan linkungannya yang
menyangkut koognitif, afektif, psikomotor.


Pengertian tentang
pembelajaran lain menurut Thursan Hakim adalah
belajar adalah suatu proses perubahan didalam kepribadian
manusia, dan perubahan tersebut ditampakan dalam bentuk peningkatan kualitas
dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan,
pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan"


    Belajar merupakan proses perubahan yang
relatif permanen dalam prilaku atau potensi prilaku sebagai hasil dari
pengalaman atau latihan yang diperkuat. Secara rinci pengertian tentang belajar
adalah



  1. Perubahan dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah
    koognitif, afektif dan/atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahan
    pengatahuan saja.

  2. Belajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja.

  3. Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar.
    Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk prilaku, tapi
    terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berprilaku.

  4. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman dan latihan.

  5. Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat,
    berupa ganjaran yang diterima-hadiah atau hukuman -sebagai konsekuensi
    adanya perubahan perilaku tersebut.


Pembelajaran
adalah sebuah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar
pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan
pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu pengetahuan, hal tersebut
dipertegas dengan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No. 20 Tahun
2003 yang menyatakan bahwa " pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik
dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.


Proses
pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan  secara keseluruhan dengan guru sebagai
pemegang peran utama. Mudjiono mengemukakan " pembelajaran adalah kegiatan
terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif
yang menekankan pada penyediaan sumber belajar. Sedangkan menurut Carey, "
pembelajaran adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara disengaja
dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam
kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu.


Proses
pembelajaran sebagai proses belajar yang bertujuan sebagai proses mencari
pengetahuan atau informasi yang dapat dijadikan bekal oleh peserta didik di
dalam kehidupannya. Brown mengemukakan  "learning is a acquiring or getting of
knowledge of subject or skill by study, experiences, or instruction",
yang
berarti belajar adalah sebuah proses mencari pengetahuan dari suatu subyek atau
kemampuan dengan belajar, pengalaman, dan perintah.


 


C.    Keprofesionalan
Guru


Kata
profesi berasal dari istilah bahasa ingris profession atau bahasa latin
profecus. Artinya mengakui,pengakuan, menyatakan mampu, atau ahli dalam
melaksanakan pekerjaan tertentu. Dedi supriadi mengemukakan ciri pokok profesi,
yaitu mempunyai fungsi dan signifikasi sosial karena diperlukan mengabdi kepada
masyarakat, menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan
danlatihan dilakukan dalam lembaga tertentu yang secara sosial dapat
dipertanggung jawabkan, didukung oleh suatu disiplin ilmu. Ada kode etik yang
menjadi pedoman prilaku anggotanya. Beserta sanksi yang jelas dan tegas
terhadap pelanggaran kode etik.


Pendapat
senada diungkapakan nana sudjana. Bahwa ada beberapa ciri pokok pekerjaan yang
bersifat personal.



  • Ciri pertama bahwa
    pekerjaan itu dipersiapakan melalui proses pendidikan dan pelatihan secara
    formal.

  • Ciri kedua pekerjaan tersebut mendapat
    pengakuan dari masyarakat.

  • Ciri ketiga adanya
    organisasi seperti PGRI.

  • Ciri keempat memiliki
    kode etik sebagai landasan dalam melaksanakan tugas dan tanggug jawab pekerjaan
    profesi tersebut.


Sudarwan
danim mengungkapkan bahwa salah satu ciri krisi pendidikan di Indonesia adalah
guru belum mampu menunjukan kinerja yang memadai. Hal ini menunjukan bahwa
kinerja guru belum mampu sepenuhnya ditopang oleh derajat penguasaan kompetensi
yang memadai. Oleh karena itu perlu adanya upaya yang komprehensif guna
meningkatkan kompetensi guru.


 


D.    Kompetensi
Guru


Kompetensi
guru menurut Barlow adalah kemampuan seorang guru dalam melaksanakan
kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. Jadi kemampuan atau
kompetensi-kompetensi profesional guru sebagai kemampuan atau kewenanagan guru
dalam menjalankan profesi keguruannya. Artinya guru yang piawai dalam
melaksanakan profesinya dapat disebut sebagai guru yang kompeten dan
profesional.


Komponen - komponen yang harus dimiliki oleh
pendidik adalah


1.     
Komponen kinerja.


2.     
Komponen bahan ajar.


3.     
Komponen penyesuaian diri


4.     
Komponen sikap


Kompetensi
guru merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan prilaku yang harus
dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan
tugas keprofesionalannya. Kompetensi pada dasarnya merupakan gambaran tentang
apa yang seyogyanya dapat dilakukan seseorang dalam suatu waktu pekerjaan,
berupa kegiatan,prilaku dan hasil yang seyogyanya dapat ditampilkan.


Muhaimin
menjelaskan kompetensi adalah seperangkat tindakan intelegen penuh tanggung
jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu
melaksanakan tugas-tugas dalam bidang tertentu. Depdiknas merumuskan definisi
kompetensi sebagai pengetahuan, ketarampilan, dan nilai-nilai yang
direfleksikan dalam berfikir dan bertindak.


 


E.     Kompetensi
Pedagogik


Kompetensi
adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan prilaku yang harus dikmiliki,
dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran
peserta didik. Tujuh indikator kompetensi pedagogik adalah sebagai berikut


-         
Memiliki, menguasai,
memahami wawasan dan landasan pendidikan.


-         
Memiliki pemahaman
terhadap peserta didik ( guru harus bisa memahami kondisi peserta didik ).


-         
Mengembangkan kurikulum
dan silabus ( guru harus mampu mengembangkan kurikulum dan silabus di dalam
pembelajaran ).


-         
Mampu melakukan
perencanaan pembelajaran.


-         
Mampu melaksanakan
pembelajaran yang mendidik dan dialogis ( guru harus mampu menggunakan multi
metode, thknik mengajar di dalam pembelajran agar terjadi keaktifan di dalam
kelas ).


-         
Mampu melakukan
evaluasi hasil belajar.


-         
Pengembangan peserta
didik untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya.


Sedangkan
Menurut Undang-Undang no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 10 ayat 1.
Kompetensi meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
sosial, dan kompetensi profesional. Yang diperolah  melalui pendidikan profesi. Sementara itu
dalam perspektif pendidikan Nasional, pemerintah telah merumuskan empat jenis
kompetensi guru sebagaimana tercantum dalam PP No 14 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan, yaitu : Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola
pembelajran peserta didik. Depdiknas menyebutkan kompetensi ini dengan "
kompetensi pengelolaan pembelajaran " kompetensi ini dapat dilihat dari
kemampuan merencankan program mebgajar, kemampuan melaksanakan interaksi atau
mengelola proses belajar mengajr, dan kemampuan melakukan penilaian. Kompetensi
ini meliputi : Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, Pemahaman terhadap
peserta didik, Pengembangan kurikulum atau silabus, Perencacanaan pembelajran, Perencanaan
pembelajaran yang mendidik dan dialogis, Evaluasi hasil belajar, Pengemabangan
peserta didik untuk menaktualisasikan berbagi potensi yang dimilikinya.


Dalam standar Nasional Pendidikan, penjelasan
pasal  28 ayat (3) butir a dikemukakan
bahwa kompetensi  pedagogic adalah
kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik meliputi pemahaman terhadap
peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil
belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai  potensi yang dimilikinya.


Lebih lanjut dalam RPP tentang guru dikemukakan
bahwa : kompetensi pedagogic merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan
pembelajran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi hal-hal sebagai
berikut : Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, Pemahaman terhadap
peserta didik, Pengembangan kurikulum/silabus. Perancangan pembelajaran, Pelaksanaan
pembelajaran yang mendidik dan dialogis, Pemanfaatan teknologi pembelajaran, Evaluasi
hasil belajar (EHB), Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan
berbagai potensi yang dimilikinya.


Berikut
adalah penjabaran dari masing-masing komponen tentang :


a.      
Pemahaman wawasan atau
landasan kependidikan
.


 Guru memiliki latar belakang pendidikan keilmuan sehingga
memiliki keahlian secara akademik dan intelektual. Merujuk pada sistem
pengelolaan pembelajaran yang berbasis subjek (mata pelajaran), guru seharusnya
memiliki kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan subjek yang dibina.
Selain itu, guru memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan
pembelajaran di kelas. Secara otentik kedua hal tersebut dapat dibuktikan
dengan ijazah akademik dan ijazah keahlian mengajar (akta mengajar) dari
lembaga pendidikan yang diakreditasi pemerintah.


b.     
Pemahaman terhadap
peserta didik


Guru memiliki pemahaman akan psikologi perkembangan anak, sehingga
mengetahui dengan benar pendekatan yang tepat yang dilakukan pada anak
didiknya. Guru dapat membimbing anak melewati masa-masa sulit dalam usia yang
dialami anak. Selain itu, Guru memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap
latar belakang pribadi anak, sehingga dapat mengidentifikasi problem-problem
yang dihadapi anak serta menentukan solusi dan pendekatan yang tepat.


c.      
pengembangan
kurikulum/silabus


Guru memiliki kemampuan mengembangkan kurikulum pendidikan nasional
yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lingkungan sekolah.


d.     
Perancangan
pembelajaran


Guru memiliki merencanakan sistem pembelajaran yang memamfaatkan
sumber daya yang ada. Semua aktivitas pembelajaran dari awal sampai akhir telah
dapat direncanakan secara strategis, termasuk antisipasi masalah yang
kemungkinan dapat timbul dari skenario yang direncanakan.


e.      
 pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan
dialogis


Guru menciptakan situasi belajar bagi anak yang kreatif, aktif dan
menyenangkan. Memberikan ruang yang luas bagi anak untuk dapat mengeksplor
potensi dan kemampuannya sehingga dapat dilatih dan dikembangkan.


 


 


f.      
Pemanfaatan teknologi
pembelajaran.


Dalam menyelenggarakan pembelajaran, guru menggunakan teknologi
sebagai media. Menyediakan bahan belajar dan mengadministrasikan dengan
menggunakan teknologi informasi. Membiasakan anak berinteraksi dengan
menggunakan teknologi.


g.     
 Evaluasi hasil belajar


Guru memiliki kemampuan untuk mengevaluasi pembelajaran yang
dilakukan meliputi perencanaan, respon anak, hasil belajar anak, metode dan
pendekatan. Untuk dapat mengevaluasi, guru harus dapat merencanakan penilaian
yang tepat, melakukan pengukuran dengan benar, dan membuat kesimpulan dan
solusi secara akurat.


h.     
Pengembangan peserta
didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya


Guru memiliki kemampuan untuk membimbing anak, menciptakan wadah
bagi anak untuk mengenali potensinya dan melatih untuk mengaktualisasikan
potensi yang dimiliki. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk
mengembangkan kemampuan ini adalah dengan melaksanakan penelitian tindakan
kelas. Penelitian tindakan kelas, berbasis pada perencanaan dan solusi atas
masalah yang dihadapi anak dalam belajar. Sehingga hasil belajar anak dapat
meningkat dan target perencanaan guru dapat tercapai. Pada prinsipnya, Kesemua
aspek kompetensi paedagogik di atas senantiasa dapat ditingkatkan melalui
pengembangan kajian masalah dan alternatife solusi.


 


F.     Profesional
Guru dalam Pembelajaran


Sudah
jelas di atas diterangkan bahwa guru yang profesinal adalah guru yang mempunyai
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian yang baik, kompetensi profesional
yang baik dan kometensi sosial yang baik pula.


Denga
itu untuk meningkatkan mutu pembeljaran guru di dalam proses proses pemebljaran
hebdaknya guru harus memiliki komptensi-kompetesi tersebut.


Dengan
demikian meningkatnya mutu pembelajran yang dilakukan dapat tercapai  melalui profersional guru di dalam melalkukan
kegiatan belajar mengajar. Karena aspek keprofesionalan guru merupakan faktor
penting di dalam meningkatkan mutu pembeljaran dan yang lebih luas lagi adalah
mutu pendidan di Indonesia kedepannya.


 


Metode


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, suatu metode penelitian yang ditujukan untuk
untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau
saat yang lampau. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan
pada variabel-variabel bebas, tetapi menggambarkan sesuatu kondisi apa adanya (Sukmadinata, 2008). Penggunaan metode deskriptif dalam
penelitian ini didasarkan pada permasalahan dan tujuan yang hendak dicapai. Data yang terkumpul dalam
penelitian ini terlebih dahulu dideskripsikan
dan dianalisis dengan menggunakan rumus-rumus statistik yang relevan. Oleh karena itu penelitian ini dimaksudkan untuk
mendeskripsikan dan menganalisis
data secara statistik, maka batasan metode deskriptif yang digunakan adalah metode deskriptif analitik.


 


Hasil dan Rekomendasi Penelitian


Berdasarkan hasil pengolahan data yang diperoleh dalam penelitin
ini diperoleh hasil yaitu Tingkat Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah dasar di
Kota Madya Bukit Tinggi Sumatera Barat  termasuk
dalam kategori layak namun masih berada pada grade B, hal ini berarti
bahwa Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah dasar di Kota Madya Bukit Tinggi
Sumatera Barat masih memerlukan peningkatan kualitasnya. Kulaitas pembelajaran
guru Sekolah dasar di Kota Madya Bukit Tinggi Sumatera Barat termasuk dalam
kategori rendah. Dengan usaha peningkatan, Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi
Profesional Guru Sekolah dasar di Kota Madya Bukit Tinggi Sumatera Barat maka
diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.


Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara
Tingkat Kompetensi Pedagogik terhadap  Kulaitas pembelajaran guru Sekolah dasar di
Kota Madya Bukit Tinggi Sumatera Barat , Hal ini menunjukkan bahwa
kompetensi pedagogik guru merupakan  variabel penting yang sangat perlu  diperhatikan
dalam usaha peningkatan kualitas pembelajaran guru sekolah dasar di Kota Madya
Bukit Tinggi Sumatera Barat,


 


Daftar Pustaka


Arikunto,S.
(2006). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.
Jakarta : PT Bumi Aksara


 


Arikunto,
Suharsini. (2006). Prosedur Penelitian
Suatu Pendektan Parktik Edisi Revisi VI
, Jakarta : Rineka Cipta


 


Badan
Standar Nasional Pendidikan (BSNP). (2006). Panduan
Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar
, Jakarta : BSNP


 


Dimyanti,dkk.
(1999). Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta
: PT Rineka Cipta


Kapita
Selekta Pembelajaran.Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan
Nasional.2007


 


Martinis,
Profesionalisasi Guru & Implementasi
KTSP
. Jakarta L Gaung Persada Press


 


Mulyani Sumantri
dan Johar Permana. (1998). Strategi
BelajarMengajar.Jakarta
:Depdikbud


 


       Mulyasa, (2008) Menjadi Guru Profesional. Bandung : Rosda


 


Sagala.Syaiful.M.
(2003). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung:
Alfabeta.


 


Sugiyono.(2008).Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif,
kualitatif, dan R&D
Bandung : Alfabeta


Syaiful
Bahri Djamarah.(2006).Strategi Belajar
Mengajar (edisi revisi)
Jakarta :PT Rineka Cipta.


 


* Dosen Pada Program 
Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fdakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. 


 

 


Kirim ke Teman  Cetak             

Berita "Artikel Penelitian" Lainnya

PENCARIAN

Lemlit Loading
APTISI DKI Gelar Work shop Penyusunan Hibah Penelitian
2014-04-16 08:02:24 - 58 views
Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta ...
NIK (NID) DOSEN UHAMKA
2014-04-11 00:11:05 - 34 views
Dosen-Tenaga Pendidik N I D Nam...
Daftar Kode Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
2014-04-11 00:07:47 - 14 views
Kode PTNNOMOR KODE PERGURUAN TIN...
Kirim Proposal Hibah ke Lemlit Secara On Line
2014-03-27 22:47:43 - 150 views
Sejak tahun 2012 Lemlitbang Uhamk...
Konfirmasi Perkuliahan Seminar 8E Teknik Elektro
2014-03-26 09:25:35 - 86 views
Berikut adalah wahana untuk mengk...
Konfirmasi Tugas Mata Kuliah Perancangan WEB 6E Teknik Elektro
2014-03-25 11:10:26 - 119 views
Berikut adalah wahana untuk mengk...
Konfirmasi Tugas Mata Kuliah Arsitektur Komputer
2014-03-24 23:36:34 - 237 views
Berikut adalah wahana untuk mengk...
Kerjasama Penelitian Dengan Deakin University Australia
2014-03-23 00:25:14 - 41 views
Lemlitbang UHAMKA bergabung dalam...
Konfirmasi Tugas Kuliah Sistem Linier 4TE
2014-03-18 13:38:39 - 182 views
Berikut adalah wahana untuk mengk...
Pemasukan Proposal Penelitian Desentralisasi 2014
2014-03-14 11:39:41 - 318 views
(Pandauan penulisan proposal pene...

Pesan Singkat

Statistik Situs

Visitors : 506831 Org
Hits : 1683279 Hits
Month : 4025 Users
Today : 358 Users
Online : 6 Users

Top Download

LEMLITBANG DAN LPPM

Free counters!