REPRESENTASI GENDER DALAM KARYA SASTRA
Rabu, 11 Januari 2012 09:30:38 - oleh : lemlit - views 2494
REPRESENTASI GENDER DALAM KARYA SASTRA

 


REPRESENTASI
GENDER DALAM NOVEL REMY SYLADO BERLATAR PENJAJAHAN DAN KEMERDEKAAN 
(Kajian
Feminis Pascakolonial)


Dr. Prima Gusti
Yanti, M.Hum. 
Dosen Bahasa Indonesia  FKIP UHAMKA


 


PENDAHULUAN 


Kedatangan bangsa Barat pada awalnya
bukan dengan maksud untuk menjajah. Artinya, kedatangan bangsa Barat tidak
serta merta dapat dikaitkan dengan maksud mengadu domba, memecah belah,
melakukan monopoli, berperang, dan berbagai tujuan lain untuk menguasai.
Namun, dengan berbagai penyebab berubahlah niat kedatangan bangsa Barat
tersebut menjadi ingin menguasai dan menjajah. Pada umumnya kolonialisme dipicu
oleh faktor penguasaan ekonomi dengan tidak menutup kemungkinan adanya faktor
lain, seperti politik, agama, dan petualangan.


Akibat langsung penjajahan adalah
berbagai bentuk penderitaan secara fisik. Tidak terhitung jumlah
pengorbanan  yang terjadi sejak
kedatangan Belanda untuk pertama kali hingga tercapai kemerdekaan. Penderitaan
akibat penjajahan yang terjadi pada perempuan sering tidak diungkap. Bahkan,
sering terabaikan. Hal itu disebabkan para penganut teori poskolonial feminis  telah memberikan alasan yang kuat bahwa
persoalan pusat politik rasial telah menenggelamkan ”kolonisasi ganda” kaum
perempuan di bawah kekuasaan imperalis. Teori tersebut merumuskan bahwa
”perempuan dunia ketiga” merupakan korban
par
excellence
– korban yang terlupakan dari dua ideologi imperialisme dan
patriarki asing.


Perempuan-perempuan
terutama di dunia ke tiga mengalami marginalitas. Mereka termarginalkan dalam
berbagai kehidupan. Padahal, keberadaan perempuan dunia ketiga sangat
dibutuhkan untuk menjadi  oposisi
perempuan Barat. Kehadiran konsep feminis Barat merupakan oposisi dari feminis
Timur. Kehadiran feminis Timur menciptakan konsep-konsep feminis Barat. Trinh
dalam Leela Gandhi mengatakan bahwa Perempuan pribumi diperlukan untuk
menetapkan perbedaan yang muncul dari referen utama feminis Barat.
 Perempuan dunia ketiga bisa dilihat sebagai objek lain dari pengetahuan Barat,
yang secara bersamaan dapat diketahui 
maupun tidak. Spivak mengusulkan agar feminis akademik  bersedia berbicara pada perempuan tertindas,
untuk belajar dari pengalaman hidupnya.


Diskriminasi
merupakan salah satu ciri kolonialisme, sekaligus mewarnai kehidupan masyarakat
Indonesia, tidak terkecuali untuk kaum perempuannya. Diskriminasi terhadap kaum
perempuan itu ditemukan dalam beberapa karya Remy Sylado, seperti
Cabaukan, Kembang Jepun, Kerudung Merah
Kirmizi,
dan Baulevard de Clichy.


MAKALAH LENGKAP SILAHKAN KILK DI SINI

 


Kirim ke Teman  Cetak             

Berita "Artikel Penelitian" Lainnya

PENCARIAN

Lemlit Loading
APTISI DKI Gelar Work shop Penyusunan Hibah Penelitian
2014-04-16 08:02:24 - 62 views
Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta ...
NIK (NID) DOSEN UHAMKA
2014-04-11 00:11:05 - 36 views
Dosen-Tenaga Pendidik N I D Nam...
Daftar Kode Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
2014-04-11 00:07:47 - 16 views
Kode PTNNOMOR KODE PERGURUAN TIN...
Kirim Proposal Hibah ke Lemlit Secara On Line
2014-03-27 22:47:43 - 156 views
Sejak tahun 2012 Lemlitbang Uhamk...
Konfirmasi Perkuliahan Seminar 8E Teknik Elektro
2014-03-26 09:25:35 - 90 views
Berikut adalah wahana untuk mengk...
Konfirmasi Tugas Mata Kuliah Perancangan WEB 6E Teknik Elektro
2014-03-25 11:10:26 - 122 views
Berikut adalah wahana untuk mengk...
Konfirmasi Tugas Mata Kuliah Arsitektur Komputer
2014-03-24 23:36:34 - 240 views
Berikut adalah wahana untuk mengk...
Kerjasama Penelitian Dengan Deakin University Australia
2014-03-23 00:25:14 - 43 views
Lemlitbang UHAMKA bergabung dalam...
Konfirmasi Tugas Kuliah Sistem Linier 4TE
2014-03-18 13:38:39 - 188 views
Berikut adalah wahana untuk mengk...
Pemasukan Proposal Penelitian Desentralisasi 2014
2014-03-14 11:39:41 - 325 views
(Pandauan penulisan proposal pene...

Pesan Singkat

Statistik Situs

Visitors : 509304 Org
Hits : 1689289 Hits
Month : 3949 Users
Today : 327 Users
Online : 11 Users

Top Download

LEMLITBANG DAN LPPM

Free counters!