REPRESENTASI GENDER DALAM KARYA SASTRA
Rabu, 11 Januari 2012 09:30:38 - oleh : lemlit - views 4887
REPRESENTASI GENDER DALAM KARYA SASTRA

 


REPRESENTASI
GENDER DALAM NOVEL REMY SYLADO BERLATAR PENJAJAHAN DAN KEMERDEKAAN 
(Kajian
Feminis Pascakolonial)


Dr. Prima Gusti
Yanti, M.Hum. 
Dosen Bahasa Indonesia  FKIP UHAMKA


 


PENDAHULUAN 


Kedatangan bangsa Barat pada awalnya
bukan dengan maksud untuk menjajah. Artinya, kedatangan bangsa Barat tidak
serta merta dapat dikaitkan dengan maksud mengadu domba, memecah belah,
melakukan monopoli, berperang, dan berbagai tujuan lain untuk menguasai.
Namun, dengan berbagai penyebab berubahlah niat kedatangan bangsa Barat
tersebut menjadi ingin menguasai dan menjajah. Pada umumnya kolonialisme dipicu
oleh faktor penguasaan ekonomi dengan tidak menutup kemungkinan adanya faktor
lain, seperti politik, agama, dan petualangan.


Akibat langsung penjajahan adalah
berbagai bentuk penderitaan secara fisik. Tidak terhitung jumlah
pengorbanan  yang terjadi sejak
kedatangan Belanda untuk pertama kali hingga tercapai kemerdekaan. Penderitaan
akibat penjajahan yang terjadi pada perempuan sering tidak diungkap. Bahkan,
sering terabaikan. Hal itu disebabkan para penganut teori poskolonial feminis  telah memberikan alasan yang kuat bahwa
persoalan pusat politik rasial telah menenggelamkan ”kolonisasi ganda” kaum
perempuan di bawah kekuasaan imperalis. Teori tersebut merumuskan bahwa
”perempuan dunia ketiga” merupakan korban
par
excellence
– korban yang terlupakan dari dua ideologi imperialisme dan
patriarki asing.


Perempuan-perempuan
terutama di dunia ke tiga mengalami marginalitas. Mereka termarginalkan dalam
berbagai kehidupan. Padahal, keberadaan perempuan dunia ketiga sangat
dibutuhkan untuk menjadi  oposisi
perempuan Barat. Kehadiran konsep feminis Barat merupakan oposisi dari feminis
Timur. Kehadiran feminis Timur menciptakan konsep-konsep feminis Barat. Trinh
dalam Leela Gandhi mengatakan bahwa Perempuan pribumi diperlukan untuk
menetapkan perbedaan yang muncul dari referen utama feminis Barat.
 Perempuan dunia ketiga bisa dilihat sebagai objek lain dari pengetahuan Barat,
yang secara bersamaan dapat diketahui 
maupun tidak. Spivak mengusulkan agar feminis akademik  bersedia berbicara pada perempuan tertindas,
untuk belajar dari pengalaman hidupnya.


Diskriminasi
merupakan salah satu ciri kolonialisme, sekaligus mewarnai kehidupan masyarakat
Indonesia, tidak terkecuali untuk kaum perempuannya. Diskriminasi terhadap kaum
perempuan itu ditemukan dalam beberapa karya Remy Sylado, seperti
Cabaukan, Kembang Jepun, Kerudung Merah
Kirmizi,
dan Baulevard de Clichy.


MAKALAH LENGKAP SILAHKAN KILK DI SINI

 


Kirim ke Teman  Cetak             

Berita "Artikel Penelitian" Lainnya

PENCARIAN

Lemlit Loading
Seminar Hasil Riset Peta Mahasiswa Baru
2015-02-21 11:37:30 - 150 views
Lembaga Penelitian dan Pengembang...
Seminar Nasional Hasil Riset 2015
2015-02-17 23:07:05 - 406 views
Peranan Perguruan Tingg...
Penyegaran Reviewer Penelitian
2015-02-16 21:10:13 - 150 views
Lemlitbang UHAMKA menyelenggaraka...
Pemasukan Proposal Hibah Penelitian DIKTI 2015
2015-02-16 17:22:30 - 612 views
Sesuai surat edaran dari ...
UNGGAH BERKAS SEMINAR HASIL RISET DIKTI
2014-11-27 06:33:42 - 1293 views
Sebagai bentuk pertanggungjawaban...
Presentasi Proposal Lanjutan Hibah Penelitian
2014-11-14 13:00:29 - 1351 views
Berdasarkan hasil monitoring dan ...
Upload Laporan Akhir Penelitian Hibah 2014
2014-11-05 21:23:51 - 1536 views
Aktivitas yang diperlukan dalam k...
Unggah Proposal Hibah Penelitian Lanjutan Ke Lemlit
2014-10-12 17:16:23 - 1297 views
Sebagaimana telah ditetapkan dala...
Konfirmasi Tugas Mata Kuliah Elektro 3A Fisika FKIP
2014-09-26 22:21:35 - 1734 views
Assalamu'alaikum Wr Wb.Berikut ad...
Konfirmasi Tugas Mata Kuliah Elektro 3B Fisika FKIP
2014-09-26 22:17:07 - 2177 views
Assalamu'alaikum Wr Wb.Berikut ad...

Pesan Singkat

Statistik Situs

Visitors : 2149003 Org
Hits : 4195681 Hits
Month : 1 Users
Today : 1 Users
Online : 1 Users

Top Download

LEMLITBANG DAN LPPM

Free counters!