Berita

Makassar - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali mempercayakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah

Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

PWM SULSEL SIAP MENJADI TUAN RUMAH MUKTAMAR MUHAMMADIYAH 2015

redaksi , UHAMKA | Monday, 18/February/2013 21:26

Makassar - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali mempercayakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan guna melaksanakan agenda besar organisasi yakni Muktamar di Kota Makassar 2015 Mendatang.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nasir usai membuka secara resmi Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) PWM Sulsel di auditorium Al-Amin Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat 15 Februari Malam.

"Sulsel kami percaya karena berbagai hal. Pertama yaitu, Muhammadiyah sulsel dan seluruh masyarakat sulsel punya kontribusi yang sangat penting terhadap sejarah perjalanan bangsa ini, selain itu Sulsel didalamnya ada dan berada dalam komunitas islam yang sangat bersejarah, jadi kalau ditempatkan disini dukungan dari umat islam sangat besar," ungkap Haedar.

Haedar pun melanjutkan bahwa wilayah sulsel merupakan wilayah yang potensial dan strategis dalam melaksanakan agenda besar tersebut. Sekaligus Sulsel mempunyai kekuatan dalam membangun umat.

Dengan seluruh kekutannya itu, sambungnya, Muhammadiyah dan Aisiyah mempunyai kesiapan teknis dan operasional guna menyukseskan agenda tersebut. Apalagi Sulsel merupakan satu-satunya wilayah diluar pulau jawa yang pernah menjadi tuan rumah muktamar pada tahun 1971.


Persiapkan Sarana

Sementara itu, Ketua PWM Sulsel, Alwi Uddin mengaku telah berbenah dengan penunjukan wilayah yang dipimpinnya sebagai tuan rumah Muktamar.

Diketahui, Muktamar di Sulsel kali ini merupakan Muktamar pertama di abad kedua Muhammadiyah, setelah melangsungkan Muktamar satu Abad di kota kelahirannya, Jogjakarta pada tahun 2010 lalu. Muktamar tersebut dihadiri oleh seluruh warga Muhammadiyah yang tersebar di Seluruh Indonesia, baik pengurus teras Muhammadiyah, anggota dan simpatisan.

"Kami telah mempersiapkan sarana dan prasarana guna menyukseskan kegiatan tersebut. Dan segala tempat-tempat yang akan kami gunakan di kota Makassar ini, masih sementara dan akan dikonsultasikan," ujar, Alwiuddin.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (Muspimwil) Sulsel ini, juga merupakan salah satu gerakan pemantapan aparat organisasi untuk menyongsong muktamar tersebut. Olehnya itu, dia mengambil tema Gerakan pencerahan solusi untuk bangsa menyongsong mukhtamar Muhammadyah ke 47 di Makassar.

Selain menggelar Muspimwil, pihaknya juga melaunching gerakan infak bagi warga Muhammadiya:h. "Kita mendapat laporan dari bank syariah dan bukopin bahwa infaq tersebut sudah mengalir, ini sebuah kesyukuran" ungkapnya.


Permantap Agenda Muktamar

Majelis Tablig Muhammadyah Sulsel, Dahlan Lamabawa, MPd, menuturkan bahwa Muspimwil ini dilakukan untuk evaluasi program paruh periode Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel dan sekaligus pemantapan persiapan tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke 47 tahun 2015 nanti.

" Muspimwil ini diadakan untuk konsolidasi dan koordinasi guna pemantapan pelaksanaan tuan rumah Muktamar ke 47 pada tahun 2015 nanti, disamping juga sebagai evaluasi kerja dan pemantapan program kerja PWM Sulsel" ungkapnya. Pada kesempatan pembuakaan Muspimwil ini juga telah dilounching buku terbitan Majelis tablig dengan judul "Meniti di atas sunah, Menggapai Keluarga Sakinah" dimana pak Dahlan Lamabawa menjadi salah satu tim penulisnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dra. Nurjanah Djohantini, Kabag Hukum Pemrov Sulsel, Rektor Unismuh Muhammadyah Makassar, Dr. Irwan Akib, Calon Walikota Makassar, Ir. H Syaiful Saleh Msi, Rektor UIN, Prof Dr. Qadir Gassing Ms  dan Ketua Pimpinan Muhammadyah dan Aisyiyah Se- Sulawesi Selatan.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, seluruh lapisan warga Muhammadiyah berkomitmen dan bahu membahu menyukseskan kegiatan akbar tersebut," tutupnya.

Waktu dua tahun bagi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan beserta segenap Pembantu Pimpinan yang terdiri atas 12 majelis dan 7 lembaga bukanlah waktu yang lama justru waktu yang sedikit untuk mengimplementasikan program kerja yang merupakan hasil dari Musyawarah Wilayah ke-38 tahun 2010 dan Rapat Kerja Wilayah Terpadu PWM Sul-Sel tahun 2011. Untuk itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan akan mengevaluasi sejauhmana kebijakan dan program tersebut telah berjalan kurun waktu dua tahun lebih terakhir melalui Musyawarah Pimpinan Wilayah, Jumat-Ahad, 15-17/01/2013 bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar.

Musyawarah Pimpinan Wilayah sendiri adalah permusyawaratan Pimpinan dalam Muhammadiyah pada tingkat Wilayah  yang berkedudukan di bawah Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang dilaksanakan atas tanggung jawab Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Permusyawaratan yang biasa disingkat Muspimwil ini akan dihadiri oleh Anggota Muspimwil yakni Anggota PWM Sul-Sel, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan, Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah 3 orang per daerah, dan Wakil Organisasi Otonom tingkat Wilayah. Selain itu, juga dihadiri oleh Peserta Muspimwil yakni utusan Majelis dan Lembaga Wilayah serta Penasehat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Jumlahnya yakni 165 orang. "Pesertanya memang sudah demikian, karena sudah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah". jelas Sekretaris PWM Sulsel, Drs. H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I.


Muspimwil diawal tahun 2013 ini  mengusung agenda utama yakni Prasaran PP Muhammadiyah tentang Kebijakan PP Muhammadiyah oleh Dr Haedar Nasir dan Prasaran Muktamar 2015 oleh konsultan ahli mantan rektor UMY Drs. Dasron Hamid, M.Sc., serta Laporan pelaksanaan kegiatan dan penyampaian, penetapan tuan rumah Musyawarah Wilayah ke-39 Muhammadiyah Sul-Sel tahun 2015.

(diadaptasi dengan web muhammadiyah.or.id)

Berita Terkait