Berita

Mantan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Dr Daoed Joesoep menghadiri pengajian bulanan yang diselengg

Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

Dr Daoed Joesoep : Membangun Karakter Mulai dari Pendidikan sesuai Ajaran Islam

lemlit , UHAMKA | Friday, 27/April/2012 11:22

Mantan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Dr Daoed Joesoep menghadiri pengajian bulanan yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah Kamis (26/4) di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Jl Menteng Raya 62. Pengajian yang dibuka langsung oleh ketua PP Muhammadiyah  Prof Dien Syamsudin ini juga diberi kata pengantar oleh Wakil ketua MPR Hajriyanto Y Tohari, MSi yang hadir dalam kapasitas sebagai tokoh Muhammadiyah. Dalam Ceramahnya Dr Daoed Joesoep menyatakan bahwa ada tiga elemen dasar pembentuk watak atau karakter bangsa indonesia. Pertama, pola pikir.  Pola pikir ini didasari oleh Fakta empiris, Religiusitas/ mitologi, politik etik, dan generalisasi ilmiah. Dari keempat dasar pola pikir tersebut ketiganya (fakta empiris, religius dan politik) cenderung divergen yang pada akhirnya bisa membuat bias watak/karakter bangsa. Kedua, Kebudayaan Nasional. Kebudayaan nasional bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan keanekaragaman bentuk dan latar belakangnya. Ini bisa menjadi sebuah modal dasar yang positif dalam bingkai bhineka tunggal ika, tapi tak jarang menimbulkan tantangan tersendiri dalam pengelolaannya. Ketiga, Pancasila. Pancasila adalah merupakan modal positif untuk menjadi butir-butir yang pantas menjadi filosafi, tapi belum cukup untuk menjadi sistem filosofi bangsa. Sebagai butir-butir yang pantas menjadi filosofi perlu diurai lebih dalam menjadi sistem filosofi. Mencermati tantangan yang muncul dari ketiga elemen dasar pembentukan watak/karakter bangsa tersebut maka mepecahanya adalah melalui pembenahan bidang pendidikan. Pendidikan yang sebenarnya yaitu pendidikan yang memanusiakan manusia Indonesia. Tidak hanya menggunakan pendekatan ekonomi semata. Sebagai umat yang beragama tentunya kita telah memahami bahwa ayat pertama yang diturunkan adalah Iqro, bacalah belajarlah, berfikirlah. Pergunakan Akal untul menggali Ilmu Pengetahuan. Akal adalah makna dari otak yang dimanfaatkan untuk berfikir. dan ilmu pengetahuan yang dapat menghantarkan martabat dan karakter bangsa hanya bisa dikembangkan oleh akal (otak yang dioperasionalisasikan). Dari sini jelas bahwa memang untuk membangun karakter, watak martabat bangsa harus dimulai dari pendidikan.

Berita Terkait

Agenda Penelitian

Strategi Pengembangan LPPM & LEMLITBANG UHAMKA

14 Apr 2011

LEMLITBANG & LPPM UHAMKA adalah sebuah lembaga pengelola teknis Universitas Muhammadiyah Prof Dr


Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

Fakultas Teknik PT Muhammadiyah Gagas Forum Diskusi Teknologi

22 Jul 2011

Fakultas Teknik Perguruan Tinggi Muhammadiyah se- Indonesia mengadakan pertemuan (Rakornas) di Unive


Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

Dr Haedar Nasir MSi Memapaparkan Strategi Pengembangan Cabang dan Ranting

26 Jul 2011

Universitas Prof Dr HAMKA (UHAMKA) bekerjasama dengan LPCR PP Muhammadiyah menyelenggarakan Rakornas