Berita

Guru Besar Studi Islam dan Bahasa Arab Universitas Canal Suez, Mesir Dr Syaikh Mohammed Emam Dawood

Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

DUNIA ISLAM PASCA REVOLUSI TIMUR TENGAH

lemlit , UHAMKA | Sunday, 08/April/2012 18:06

Guru Besar Studi Islam dan Bahasa Arab Universitas Canal Suez, Mesir Dr Syaikh Mohammed Emam Dawood mengharapkan Revolusi yang terjadi di Timur Tengah tidak membuat negara-negara Arab terpecah belah menjadi negara-negara kecil.

Hal ini disampaikan dalam forum Public Lecture yang diselenggarakan di AULA Kampus Limau Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA pada hari Sabtu(07/04).

Seperti yang disampaikan Dr Syaikh Dawood " Revolusi kenyataannya menciptakan berbagai friksi di antara elemen-elemen bangsa, inilah yang sedang kami cegah, bagaimana kami tetap bersatu".

Perpecahan, tegasnya, sangat tidak kondusif bagi masyarakat yang ingin kembali membangun, sebaliknya membuka peluang lebar bagi pihak-pihak tertentu yang ingin merusak Islam dengan membajak dan mengambil alih kekuasaan yang sedang goyah dan facum tersebut, demikian disampaikan Dr Syikh Dawood dalam kuliah tamu dengan tajuk "Masa Depan Dunia Islam Pasca Revolusi di Timur-Tengah" yang dibuka langsung oleh Prof Suyatno rektor UHAMKA tersebut.

"Contohnya adalah terbentuknya Republik Sudan Selatan. Ini adalah bagian dari proyek dari musuh kami yang ingin memecah-belah wilayah Arab dengan maksud memunculkan hegemoni Israel sebagai superior pascarevolusi di Timur Tengah," jelasnya.

Seperti halnya Indonesia yang pernah mengalami revolusi politik pada satu dekade lalu, menurut dia, Timur Tengah juga mengharapkan terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik pascarevolusi sekarang ini.

"Kami juga menolak kediktatoran. Ini adalah titik temu Islam dan demokrasi. Tumbangnya rezim adalah kesempatan yang baik bagi umat untuk bangkit dan menghapus semua hambatan yang selama ini menghalangi kemajuan ekonomi," katanya.

Menurutnya, nilai dan prinsip yang dipegang pascarevolusi ini, adalah kerja keras membangun, adanya nilai persatuan, pentingnya ilmu pengetahuan, terjalinnya kerja sama dan sinergi antara berbagai elemen, serta mengubah sistem kediktatoran.

Dawood yang didampingi Rektor Uhamka Prof Dr Suyatno, juga menyerukan kewaspadaan terhadap upaya-upaya pascarevolusi menghapuskan identitas Arab dan Islam dari negara-negara di Timur Tengah.

"Rakyat kami memiliki tiga pilar utama yakni agama, bahasa dan budaya. Sekarang ada upaya asing sedang menerobos nilai-nilai Islam dan selalu mengaitkannya dengan terorisme, kemiskinan dan keterbelakangan. Demikian pula dari bahasa dan budaya," paparnya.

Tentang pola hubungan dengan Amerika Serikat dan Barat, ia menyebut ada dua pola, dari sisi iptek dan sejenisnya pihaknya sangat terbuka untuk bekerja sama, namun dari sisi militer yang menuntut satu pihak berada di bawah pihak lainnya, ia menolak tegas. (atr/dod) 

Berita Terkait

Pengumuman

Batas Pemasukan Proposal Penelitian Reguler

14 Apr 2011

Sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil dalam acara WorkShop bahwa batas pemasukan proposal pen


Agenda Penelitian

Strategi Pengembangan LPPM & LEMLITBANG UHAMKA

14 Apr 2011

LEMLITBANG & LPPM UHAMKA adalah sebuah lembaga pengelola teknis Universitas Muhammadiyah Prof Dr


Seputar Uhamka

Dosen Peneliti UHAMKA Memasukkan Proposal Penelitian Hibah Bersaing Ke Kopertis 3

04 Jun 2011

Dosen Peneliti UHAMKA selalu berusaha meningkatkan peranannya dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan ya