Berita

SURABAYA, KOMPAS.com - Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM) 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang

Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

MOBIL TENAGA SURYA KARYA PUTRA MUHAMMADIYAH

redaksi , UHAMKA | Saturday, 03/November/2012 13:27

SURABAYA, KOMPAS.com - Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM) 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, meluncurkan mobil bertenaga surya, Jumat (2/11/2012). Peluncuran bersamaan dengan peringatan 100 Tahun Milad Muhammadiyah di SD Muhammadiyah 4 Surabaya.

Mobil yang diberi nama "Suryawangsa Smart Education Hybrid Solar Car" itu, kata Kepala SMKM 7 Gondanglegi, Malang, Pahri, murni berbahan bakar tenaga matahari yang diserap langsung ke aki dan menyimpannya. 'Sehingga jika dalam kondisi mendung tetap mampu jalan karena masih ada cadangan tenaga di dalam aki,' katanya kepada wartawan di Surabaya.

Mobil ini memiliki keuntungan jika diparkir di tempat yang terpapar sinar matahari karena mampu menyerap dan menyimpan tenaga yang terdistrubusi ke dalam aki. "Kekuatannya mampu mencapai 12 jam perjalanan, atau untuk Surabaya ke Malang pulang pergi masih cukup kalau memiliki cadangan tenaga penuh," terang dia.

Mobil berkapasitas dua penumpang tersebut juga memiliki pengintai untuk belokan kanan dan kiri sebagai pengganti spion. Kecepatan maksimum di jalan utama mencapai 70 kilometer per jam. Pembuatan mobil dilakukan sejak 12 Februari 2011 atau memakan waktu sekitar 20 bulan.

'Total biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan awal mulai dari kajian atau penelitian hingga selesai produksi mencapai Rp 246 juta,' terangnya.

Suryawangsa Smart Education Hybrid Solar Car memiliki spesifikasi panjang 3.500 milimeter, lebar 1.700 milimeter, tinggi 1.600 milimeter, berat kosong 600 kilogram, dan jarak roda 3.000 milimeter. Mobil juga dilengkapi "Photovoltaic" sebanyak empat unit, tegangan 48 volt, arus peak power 3,5 ampere, dan daya peak power 168 watt.

Pahri menjelaskan, karena masih pertama, wajar jika masih banyak terdapat kesalahan.Pihaknya akan terus melakukan pembenahan.

sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menginstruksikan kepada seluruh pimpinan organisasi otonom maupun amal usaha Muhammadiyah untuk membeli mobil tenaga surya karya SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang sebagai sarana operasional.

Din mengatakan, keluarga besar Muhammadiyah patut berbangga karena salah satu unit pendidikannya mampu memproduksi kendaraan yang memanfaatkan tenaga matahari.

'Sebagai bentuk penghargaan, saya perintahkan kepada semua pimpinan, baik universitas, rumah sakit, dan amal usaha Muhammadiyah lainnya untuk membeli mobil dan dijadikan mobil dinas,' katanya pada peluncuran mobil tersebut di Surabaya, Jumat (2/11/2012).

Din memastikan, kalangan Muhammadiyah akan memesan khusus dan menjadi pihak yang pertama kali membeli mobil bernama Suryawangsa Smart Education Hybrid Solar Car tersebut setelah diproduksi massal awal 2013 nanti. "Semoga mobil ini mampu mewarnai pasar otomotif Indonesia. Saya yakin karya ini sukses dan akan dicintai masyarakat," terangnya.

Kepala SMKM 7 Gondanglegi, Malang, Pahri, menjelaskan, produksi mobil tersebut tanpa melalui uji emisi, karena tidak mengeluarkan asap. Per unit mobil, akan dijual seharga Rp 110 juta dari total Rp 96 juta biaya produksi. 'Setiap tahun, tenaga kami siap memproduksi antara 50-100 unit mobil,' jelasnya.

Suryawangsa Smart Education Hybrid Solar Car diluncurkan tepat pada peringatan 100 Tahun Milad Muhammadiyah. Mobil berkapasitas dua penumpang itu dilengkapi pengintai di sisi kanan dan kiri sebagai pengganti spion. Kecepatan maksimum di jalan utama mencapai 70 kilometer per jam. Kapastitas maksimal penyimpan panas matahari dapat menjalankan mobil ini selama 12 jam.

Berita Terkait