Berita

Dulu, sosok Anton Medan lekat dengan kriminalitas. Pria kelahiran Tebing tinggi itu adalah mantan pe

Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

Anton Medan, Bertobat Membawa Nikmat

redaksi , UHAMKA | Tuesday, 31/January/2012 01:50

Dulu, sosok Anton Medan lekat dengan kriminalitas. Pria kelahiran Tebing tinggi itu adalah mantan perampok dan bandar judi. Namun, ia kini telah insyaf. Setelah memeluk Agama Islam pada 1992, belakangan ia justru kerap berceramah sebagai dai.

Di bulan Ramadan ini, kegiatan Anton Medan tak kalah padat dengan para penceramah lainnya. Tadi malam misalnya, ia mengisi pengajian di Lembaga Pemasyarakatan Paledang, Bogor.

Pria bernama asli Tan Hok Liang itu tak menemui kesulitan ketika masuk LP Paledang. Saya Anton Medan, bersama tamu yang saya bawa, wartawan, saya mau mengisi ceramah disini,  ujar Anton Medan kepada petuga LP semalam.

Sapaannya melalui lubang di pintu gerbang Lapas disambut baik para petugas, yang langsung membukakan pintu untuknya.

Mengenakan pakaian muslim ala China, warna hijau, Anton Medan, didampingi istrinya, menyalami sekitar 1.050 tahanan dan napi LP Paledang yang menyambutnya antusias.

Memulai ceramahnya sekitar pukul 20.00 WIB, Anton Medan menyapa para binaan Lapas dan mengingatkan untuk menjaga tarawih dan tadaruz di bulan Ramadan.

"Mungkin di sini, yang muda-muda tidak kenal saya. Saya asli warga binaan, saya sudah merasakan dipukuli dan pahitnya dalam penjara, saya bisa taubat, kalian pun bisa seperti saya, bisa tidak? Alhamdulillah," ujar Anton Medan, saat pendengarnya meneriakkan kata Bisa, Selasa malam 9 Agustus 2011.

Pemilik Masjid Jami Tan Hok Liang itu menceritakan, ia mendapat hidayah saat bertemu KH Zainuddin MZ. "Saya dulu penjahat, bajingan, dan semua ada di saya. Toko mas mana yang tidak saya rampok waktu itu," kata Anton Medan. "Saya sudah merasakan tinggal di dalam penjara total 18 tahun 7 bulan, keluar masuk penjara dengan kasus yang berbeda, disini saya mau semua napi bisa bertaubat dan tidak mengulangi kesalahannya lagi," ujar pria pengagum Buya Hamka ini.

Selama satu jam, Anton memberikan tausyiah di dalam LP Paledang. Ia mengaku puas berbagi pengalaman bersama para napi, sehingga amplop berisi uang yang diberikan kepala Lapas atau kepala Rutan kerap ia tolak. "Saya ikhlas dalam memberikan ceramah, karena saya merasakan kepuasan tersendiri berada di depan mereka (napi)," kata Anton.***(Vivanews/WI-003)

 

Berita Terkait

Agenda Kegiatan

Program Kreativitas Mahasiswa 2011

29 Aug 2011

DITLITABMAS DIKTI KEMDIKNAS telah membuka pengajuan Proposal PKM 2011 mulai bulan Agustus sampai Okt


Pengumuman

Hibah Penelitian Kompetitif

26 Jul 2011

Sebagaimana hasil rapat koordinasi dan lokakarya program Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya,


Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

Prof A. Malik Fadjar : Muhammadiyah Harus Terus Kembangkan IPTEK

30 Jul 2011

Prof A Malik Fadjar membuka acara Forum Group Diskusi Teknologi (FGDT) yang dihadiri oleh Perguruan