Berita

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA menegaskan Buya Hamka mer

Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

Dien Syamsudin : BUYA HAMKA Pahlawan Sejati

lemlit , UHAMKA | Tuesday, 15/November/2011 19:44

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA menegaskan Buya Hamka merupakan seorang Pahlawan Sejati bagi bangsa ini. Sebab selain dikenal sebagai seorang ulama yang memiliki integritas, sastrawan dan budayawan dengan beragam karya sastra, Buya Hamka juga seorang pejuang dalam perang kemerdekaan.

Hal tersebut dikatakan Din Syamsuddin kepada wartawan usai Tasyakuran Tasyakuran Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. Dr. Buya Hamka di Aditorium UHAMKA, Jakarta, 12 November.

“Keluarga besar Muhammadiyah sangat bersyukur, bahagia dan berbangga akhirnya pemerintah mengakui dan memberikan anugerah Pahlawan Nasional pada seorang tokoh Muhammadiyah, Prof. Dr. Hamka. tak pelak lagi Buya Hamka adalah Pahlawan Sejati. Bukan hanya karena keulamaanya pendiri ketua pertama MUI, keilmuan dengan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al Azhar, Mesir, juga karya-karya dalam bidang sastra tetapi juga karena kepejuangannya dalam perang kemerdekaan RI,”ujarnya.

 

Ditambahkan Din Syamsuddin, kiprah Buya Hamka dalam perjuangan kemerdekaan terlihat  sepanjang tahun 1945-1949. Dalam tahun-tahun itu Buya Hamka menjadi Ketua Barisan Pertahanan Nasional bersama Rasuna Said. Selain itu, ia juga diangkat oleh Bung Hatta sebagai Sekretaris Front Pertahanan Nasional. Keaktifan Buya Hamka dalam perjuangan kemerdekaan dilanjutkan dengan membentuk Badan Pembela Negara dan Kota  (BPNK) yang nerupakan barisan perlawanan gerilya terbesar di wilayah Sumatera Barat.

Din Syamsuddin berharap anugerah gelar Pahlawan Nasional bagi Buya Hamka bisa memacu dan memicu generasi penerus tidak hanya di Muhammadiyah, umat Islam, tetapi juga masyarakat Indonesia untuk tampil sebagai Hamka-Hamka baru dalam konteks zaman yang berbeda.

Din Syamsuddin juga berharap agar  UHAMKA bisa menampilkan, mendalami dan menyampaikan nilai-nilai HAMKA untuk menjadi teladan bagi keluarga besar Muhammadiyah.

“Saya pikir bangsa kita harus menyebarluaskan keteladanan dari para pahlawan. Karena nilai-nilai keutamaan seperti itu akan sangat membantu dalam membentuk dan menanamkan karakter bangsa. Saya tahu bangsa-bangsa besar di dunia yang sudah mempunyai masa lampau yang jaya sangat berpegang teguh pada pikiran-pikiran para bdayawan dan pemikir masa lampau sehingga menjadi nilai-nilai bangsa. Saya kira konsekuensi dari penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Buya Hamka harus ditindaklanjuti oleh negara,”ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Din Syamsuddin sangat setuju dengan niatan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Musliar Kasim untuk menyebarkan buku-buku sastra karya Buya Hamka untuk dijadikan bacaan wajib bagi siswa-siswa sekolah menengah bawah dan atas.

Ulama Berintegritas

Menurut Din Syamsuddin, sebagai ulama Buya Hamka berada dalam posisi tengahan, memadukan ketegaran dalam memegang prinsip. Seperti ketika menjadi ketua umum MUI dengan Fatwa Natal, dimana dia  rela mundur dari jabatan ketua umum MUI, demi prinsip yang dianutnya.

Dalam hal lain, beliau seorang ulama yang sangat fleksibel dan  toleran. Sehingga ceramah-ceranahnya selain disukai oleh umat Islam juga oleh kalangan non muslim. Dan bahkan terhadap musuh politiknya, ia memaafkan.

“Ini sebuah sikap kenegarawanan, kearifan dan kebijaksanaan yang tetap berpegang pada prinsip keagamaan. Bagi saya ini sebuah watak kepemimpinan yang langka saat ini ketika bangsa ini merindukan pemimpin yang berwatak. Dan bukan pemimpin yang lembek, lemah. Kita harus meneladani Buya Hamka,”ujarnya. (maulana)

 

Berita Terkait