Berita

Dari penelitian yang dilakukan oleh balitbang Kementrian Agama RI terungkap bahwa hubungan historis

Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

INSKRIPSI KEAGAMAAN PADA EKS KESUNANAN KUDUS

lemlit , UHAMKA | Wednesday, 19/October/2011 22:39

Dari penelitian yang dilakukan oleh balitbang Kementrian Agama RI terungkap bahwa hubungan historis antara indonesia dengan Palestina sudah dimulai sejak zaman kesunanan. Paling tidak hal ini dapat dilihat dari asal usul pemberian nama kudus itu sendiri berasal dari kata aral Al Quds yang berararti kesucian. Sebutan kudus itu sendiri dilatar belakangi dari sejarah perjalanan Sunan Kudus setelah naik haji beliau singgah di Baitul Makdis atau Al Quds di Palestina. Sunan Kudus membawa cinderamata berupa batu hitam yang bertuliskan kaligrafi. Batu hitam tersebut sekarang tersimpan di Masjid Al Aqsho atau masjid menara kudus, terletak di dinding masjid, sebelah atas kanan paimbaran. Batu pualam tersebut, sebagai tonggak sejarah kota ini sehingga dinamakan Kota Kudus. 

Selain Sunan Kudus sebagai pendiri kota Kudus, sejarah juga telah mencatat peranan tokoh ulama bernama Kiai Telingsing, seorang muslim keturunan Tionghoa. Ia adalah guru Sunan Kudus, yang merupakan generasi sebelum Sunan Kudus, dan merupakan salah satu pendiri dan sesepuh kota kudus. Kedua tokoh inilah yang merupakan arsitek founding father, kota kudus.

Di depan masjid juga didirikan gapura yang merupakan bangunan dengan ciri khas arsitek hindu budha. Hal ini juga menunjukkan bahwa penyebaran islam dilakukan secara asimilasi, damai dan sudah melibatkan proses dialogis multikulturalis. Dengan proses yang berpijak pada kearifan lokal tersebutlah sehingga islam dapat diterima baik oleh masyarakat diwaktu itu.

Hal ini terungkap dalam diskusi hasil penelitian yang dilakukan oleh Drs. HD. Zainuddin dari Balitbang Kementrian Agama RI 

Berita Terkait