Berita

Dewasa ini urusan pendidikian menjadi sangat administratif dan birokratif. Kondisi ini menjebak kita

Pengumuman

Prof Suyatno ; Urusan Pendidikan Menjadi Sangat Administratif & Birokratif

redaksi , UHAMKA | Saturday, 29/December/2012 17:38

Dewasa ini urusan pendidikian menjadi sangat administratif dan birokratif. Kondisi ini menjebak kita pada rendahnya kualitas pendidikan itu sendiri, hal ini sebagaimana disampaikan oleh Prof Suyatno sebagai praktisi dan pakar pendidikan dalam acara refleksi akhir tahun yang digelar di AULA Kampus Limau UHAMKA. Disamping menyoroti masalah birokrasi pendidikan Prof Suyatno juga mencermati beberapa aspek penting lainnya yang harus diperhatikan oleh siapapun yang ingin memjukan bangsa melalui pendidikan. Beberapa aspek tersebut diantaranya ; Kecenderungan Materialisasi Pendidikan dimana ukuran-ukuran material telah mengalahkan substansi pendidikan itu sendiri; Sekulerisasi Pendidikan, dimana pendidikan agama, moral, etika tidak fungsional lagi alias hanya menjadi formalitas saja. Hal ini hanya akan mengakibatkan tercerabutnya nilai-nilai karakter bangsa ; Orientasi Politik Pendidikan tidak jelas, terlalu diintervensi oleh kepentingan politik golongan dan kepentingan sesaat saja. Sehingga muncul kebijakan yang dipaksakan asal berbeda dan tidak berkelanjutan, ganti pejabat ganti kebijakan. Kebijakan baru terlalu dipaksakan dengan hal-hal yang temporer, ini menunjukkan tidak ada konsep dan orientasi kebijakan pendidikan yang jelas ; Beberapa hal tersebut diperparah dengan kondisi budaya baca dan kesadaran pentingnya pengetahuan yang juga semakin berkurang. Oleh karenanya diperlukan sinergi semua pihak untuk dapat mengembalikan pendidikan yang terarah demi mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana amanat konstitusi dasar bangsa dan negara kita yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Dalam Acara Refleksi akhir tahun ini juga hadir Dr Abdul Mukti sebagai tokoh agama yang menyesalkan adanya kontestasi keagamaan yang mengarah pada kekerasan keagamaan. Hal ini sangat disesalkan karena sebetulnya persoalan keagamaan tidak dapat dikuantitaskan. Kalau ini dipaksakan akan menjebak kita dalam konflik dan benturan dikalangan masyarakat.

Dalam bidang budaya, tokoh budayawan Radar Panca Darma menyampaikan telah muncul budaya generasi digital yang mengkhawatirkan karena telah mengarahkan kita kearah budaya virtual yang disinyalir dapat mematikan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam bidang Politik, pengamat politik Yudi Latif menyoroti munculnya sitem politik yang mengarah pada High Cost of Power atau Kekeuasaan berbiaya tinggi tentu hal ini sangatlah mengkhawatirkan. Karena hal ini akan mendorong munculnya praktek-praktek penyalahgunaan kekuasaan itu sendiri sehingga memunculkan budaya korupsi berjamaah. Oleh karenanya perlu aturan main yang tegas supaya modal finansial tidak mengalahkan modal etika dan moral. Dan budaya politik bangsa harus dikembalikan pada budaya politik padat modal etika dan moral, itulah politik yang otentik dan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Berita Terkait