Berita

PERAN DUKUNGAN SEBAYA TERHADAP MUTU HIDUP ODHA DI INDONESIA TAHUN 2011 (Studi Kualitatif di 10 Prop

Artikel Penelitian

PERAN DUKUNGAN SEBAYA

lemlit , UHAMKA | Friday, 06/January/2012 17:44

PERAN DUKUNGAN SEBAYA TERHADAP MUTU HIDUP ODHA DI INDONESIA TAHUN 2011

(Studi Kualitatif di 10 Propinsi)

 

Sarah Handayani, SKM, M.Kes, Dosen FIKES UHAMKA, Email: sarah_panji@yahoo.com

 PENDAHULUAN

Indonesia adalah salah satu negara di Asia dengan epidemi HIV yang berkembang paling cepat (UNAIDS,2008). Sampai dengan Desember 2010 secara kumulatif Kementerian Kesehatan (Kemkes RI, 2011) melaporkan ada 24.131 jumlah kasus AIDS dari 300 kabupaten/kota dan 32 propinsi yang melapor. Tingkat kumulatif rasio kasus AIDS Nasional sampai dengan Desember 2010 adalah 10,46 per 100.000 penduduk (BPS, 2009). Hingga akhir tahun 2009 diperkirakan di Indonesia terdapat 186.257 orang yang berusia antara 15--49 tahun yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) dan tersebar di seluruh 33 propinsi. Berdasarkan pemodelan pada tahun 2014 diperkirakan ODHA akan mencapai hampir tiga kali jumlah orang yang hidup dengan HIV dan AIDS, yaitu menjadi 541.700 orang (Kemenkes RI, 2008).

Peningkatan mutu hidup ODHA merupakan salah satu tujuan dari Strategi Rencana Aksi Nasional (SRAN) Penanggulangan AIDS 2010-2014 (Komisi Penanggulangan HIV/AIDS,2010). Upaya peningkatan mutu hidup ODHA di Indonesia sudah dilakukan oleh  berbagai pihak, namun masih terpisah-pisah dan sangat tergantung pada kondisi daerah. 

 

Dukungan sebaya adalah dukungan mental yang diberikan oleh ODHA atau OHIDHA kepada ODHA lainnya, terutama ODHA yang baru mengetahui status HIV. Di Indonesia, dukungan sebaya terbanyak dikoordinasi oleh Yayasan Spiritia dengan cara mengelola kelompok dukungan yang bekerja di tingkat nasional, propinsi, dan kabupaten/kota. Sistem kelompok dukungan sebaya ini mencakup pelaksanaan  penjangkauan, pendataan, dan pendampingan ODHA. Dengan mekanisme pengembangan yang terus menerus melalui sistem Kelompok Penggagas (KP) dari Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) sejak tahun 1996 hingga Juni 2011 telah lebih dari 22 ribu ODHA mendapatkan dukungan dalam menjalani kehidupannya. Oleh sebab itu program ini memiliki potensi besar untuk mewujudkan Total Coverage bagi ODHA – akses universal bagi ODHA pada akhir tahun 2014. Melalui mekanisme KDS ini program mitigasi sosial juga dapat dilakukan bagi ODHA/ OHIDHA dewasa maupun anak yang terdampak HIV dan AIDS.

 

Makalah Lengkap silahkan KLIK disini

Berita Terkait

Agenda Kegiatan

Diseminasi Hasil Penelitian “Pengaruh Dukungan Sebaya terhadap kualitas hidup ODHA”

19 Jul 2011

Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lemlitbang) UHAMKA bekerja sama dengan Yayasan Spiritia te


Artikel Penelitian

MUTU HIDUP ODHA DENGAN SISTEM DUKUNGAN SEBAYA

20 Dec 2011

  PERBANDINGAN MUTU HIDUP ODHA BERDASARKAN WILAYAH DENGAN SISTEM DUKUNGAN SEBAYA DI INDONESIA &