Berita

  MODEL BIMBINGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI, MOTORIK, SOSIAL DAN PERHATIAN SISWA

Artikel Penelitian

MODEL BIMBINGAN ANAK AUTIS

lemlit , UHAMKA | Wednesday, 28/December/2011 21:27

 

MODEL BIMBINGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI, MOTORIK, SOSIAL DAN PERHATIAN SISWA AUTIS

 

( Studi Eksperimen Model Bimbingan Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi, Motorik, Sosial dan Perhatian Siswa Autis di Sekolah Dasar Inklusif dan Sekolah Dasar Pendidikan Luar Biasa )

oleh :

Dr. Titik Haryati, M.Pd (Dosen Bimbingan Dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof . Dr. Hamka, Disampaikan dalam Kolokium Disertasi Doktor Dosen UHAMKA 2011)

ABSTRAK

Model Bimbingan Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi, Motorik, Sosial dan Perhatian Siswa Autis“.

Disertasi: Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan model bimbingan sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi, motorik, sosial dan perhatian siswa autis. Kemampuan komunikasi , motorik, sosial dan perhatian siswa autis di SD Inklusif dan di SDPLB tidak mengalami peningkatan, diduga karena pengetahuan dan kemampuan guru  rendah. Pre test diberikan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan guru dalam memberikan model sebelum perlakuan melalui pelatihan. Pelatihan merupakan pembekalan pengetahuan dan ketrampilan  menggunakan model bimbingan kepada siswa autis, untuk diterapkan sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi, motorik, sosial dan perhatian. Peningkatan kemampuan guru untuk kelompok eksperimen diperoleh melalui pemberian latihan sebagai perlakuan. Kelompok kontrol diberikan kepada guru – guru yang mengajar di SD Inklusif dan SDPLB yang bukan sebagai kelompok eksperimen.  Kemampuan komunikasi siswa autis meningkat setelah siswa autis mau dan mampu mengucapkan kata – kata, dan melakukan komunikasi dengan guru – guru dan siswa lain, melalui latihan wicara, mendengarkan cerita, menirukan suara dengan menggunakan alat audio. Kemampuan motorik meningkat karena guru menerapkan model bimbingan melalui latihan menulis, menggambar, memegang pensil, sendok untuk makan, bermain puzle, membuat berbagai macam ketrampilan dari kertas. Kemampuan sosial siswa autis meningkat, ketika guru melaksanakan model bimbingan belajar kelompok, permainan atau games, sholat bersama, makan bersama, menari, bermain musik. Kemampuan perhatian melalui kontak mata, mendengarkan instruksi, menirukan, mengulang nama orang, bentuk benda, warna, angka, dan mampu bertahan duduk selama belajar.  Secara umum disimpulkan bahwa model bimbingan efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, motorik, sosial dan perhatian siswa autis, di Sekolah Dasar  inklusif dan SDPLB.

 

Kata – kata kunci : siswa autis, model bimbingan, inklusif, SDLB, kemampuan, komunikasi, motorik, sosial dan perhatian

Makalah lengkap silahkan KILK di sini

Berita Terkait