Berita

Kondisi hiperlipidemia sering dijumpai pada penderita diabetes mellitus (DM). Kondisi hiperlipidemia

Artikel Penelitian

Ekstrak Etanol Rimpang Zingiber officinale Roscoe

redaksi , UHAMKA | Wednesday, 26/February/2014 07:26

Kondisi hiperlipidemia sering dijumpai pada penderita diabetes mellitus (DM). Kondisi hiperlipidemia pada DM mengakibatkan tejadinya aterosklerosis, yaitu terbentuknya plak di dinding aorta dan koronaria yang mempersempit lumen serta mengurangi elastisitas pembuluh darah. Menyempitnya lumen pembuluh darah mengakibatkan terhambatnya aliran darah dan sebagai penyebab PJK.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hiperglikemia, hiperkolesterolemia, dan oksidasi LDL merupakan penyebab utama aterosklerosis dan PJK. Dengan demikian, untuk mengurangi angka kematian karena PJK dapat dilakukan dengan menurunkan kadar gula, kolesterol, dan mencegah oksidasi LDL. Pada penderita DM tipe I atau DM tipe II yang hanya diturunkan kadar gula darahnya ternyata hanya menurunkan komplikasi mikrovaskulernya dan tidak menurunkan komplikasi makrovaskulernya, termasuk aterosklerosis2. Selama ini, untuk terapi hiperglikemia dan hiperlipidemia digunakan kombinasi obat DM dan obat penurun kolesterol, hal ini belum tentu dapat mencegah aterosklerosis, karena baik DM maupun hiperkolesterolemia akan meningkatkan stress oksidatif yang dapat memacu terbentuknya LDL teroksidasi (LDL-oks). Oleh karena itu, terapi pada DM yang hiperlipidemia perlu penambahan antioksidan.

LDL-oks tidak dikenali oleh reseptornya tetapi sangat dikenali dan disukai oleh reseptor di makrofag. Berbeda dengan reseptor LDL, reseptor di makrofag (reseptor pembersih) tidak mengalami down regulation, sehingga makrofag dapat secara terus-menerus menumpuk ester kolesterol (dari LDL) dan akhirnya membentuk sel busa (foam cell). LDL-oks memiliki efek biologi yang merugikan di antaranya pro-inflamasi, menghambat sintesa oksida nitrit di endotel (eNOS), vasokonstriksi dan adesi, menstimulasi sitokin seperti interleukin-1 (IL-1), dan meningkatkan agregasi platelet. Karena sifat antigeniknya, LDL-oks menimbulkan antibodi. Pembentukan antibodi ini dimungkinkan banyak limfosit menerobos masuk ke ruang intima karena ada peningkatan intraselular cell adhesion molecule (ICAM) dan platelet-activating factor (PAF) yang sekresinya dipacu oleh LDL teroksidasi. Antibodi tersebut akhirnya mengikat LDL-oks membentuk komplek imun (ox-LDL immune complex, ox-LDL-IC). Komplek imun selanjutnya akan difagositosis oleh makrofag, karena makrofag mempunyai reseptor untuk itu, sehingga juga memicu terbentuknya sel busa.

Untuk membaca artikel secara lengkap silahkan KLIK di sini.

 

Berita Terkait