Berita

Bank Sampah pertama kali didirikan atas prakarsa masyarakat tahun 2008 di Kabupaten Bantul dengan na

Artikel Penelitian

Perilaku Terhadap Bank Sampah

redaksi , UHAMKA | Friday, 08/November/2013 08:13

Bank Sampah pertama kali didirikan atas prakarsa masyarakat tahun 2008 di Kabupaten Bantul dengan nama Bank Sampah Gemah Ripah. Sejak itu, keberadaan Bank Sampah terus berkembang. Sampai dengan akhir Desember 2012, jumlah Bank Sampah di seluruh Indonesia sudah mencapai 1195 unit, yang tersebar pada 55 kota/kabupaten di 16 propinsi, dengan jumlah anggota sebanyak 96.203 orang. Sungguhpun demikian, dibandingkan dengan jumlah keluarga di seluruh Indonesia, yang mencapai sekitar 4 juta keluarga, berarti baru sekitar 2 persen yang sudah menjadi anggota Bank Sampah. Dalam pelaksanaannya, warga datang membawa sampah organik dan an organik yang sudah dipilah. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah an organik disimpan di Bank Sampah dan dicatat pada buku tabungan yang bersangkutan. Setiap bulan sampah an organik dijual kepada pengepul dan uangnya diserahkan kepada warga pemilik sampah, setelah dipotong 15 % sebagai biaya jasa Bank Sampah. Karena itu, motto Bank Sampah adalah "from trash to cash". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang manfaat Bank sampah dan sikap mengenai sistem pengelolaan sampah terpadu dengan perilaku kepala keluarga terhadap keberadaan Bank Sampah, di Kelurahan Cibangkong, Bandung. Penelitian dilakukan dengan cara survey menggunakan kuesioner terstruktur. Populasi penelitian ini adalah seluruh keluarga yang tinggal di Rukun Warga (RW) 11, tempat lokasi Bank Sampah, Kelurahan Cibangkong. Pemilihan sampel keluarga responden dilakukan dengan metode cluster sampling, yaitu dengan memilih dua Rukun Tetangga (RT) secara acak, dimana semua keluarga yang tinggal pada ketiga RT tersebut dijadikan responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisa regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positive yang significant dari variabel pengetahuan tentang manfaat sampah dan sikap terhadap pengelolaan sampah terpadu, baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama, dengan perilaku kepala keluarga terhadap keberadaan Bank Sampah.

Kata kunci: bank sampah, reduce, reuse, recycle, regresi berganda

Artikel lebih lengkap silahkan KLIK di sini.

Berita Terkait