Berita

Berakhirnya Demokrasi Terpimpin padatahun 1967 mewariskan keadaan ekonomi yang sangat burukbagiperio

Artikel Penelitian

Etnis Tionghoa dan Perekonomian Orde Baru

redaksi , UHAMKA | Tuesday, 05/November/2013 08:18

Berakhirnya Demokrasi Terpimpin padatahun 1967 mewariskan keadaan ekonomi yang sangat burukbagiperiodepemerintahanOrdeBaru di Indonesia. Padatahun1965, harga-harga pada umumnya naik lebih dari 500%. Keadaan yang paling parah terjadipadabulan Januari, Februari, dan Maret 1966 (Muhaimin, 1990: 51).Menghadapi kenyataan tersebut, pemerintah Orde Baru mengambil berbagai kebijakan untuk mengatasi perekonomian negarayang semakin memburuk. Salah satukebijakannyaadalahmenggunakanetnis Tionghoa setelah mempertimbangkanbahwa kedudukan ekonomi orang Tionghoa cukup kuat terutama dalam bidang perdagangan. Kuatnya kedudukan ekonomi orang Tionghoa itu dapat dilihat dari maraknya perkembangan toko-toko yang dimiliki etnis Tionghoa di sepanjang jalan-jalan utama di seluruh kota-kota kecil dan besar di Indonesia.Berdasarkan kecenderungan tersebut, maka pemerintah memanfaatkan orang Tionghoa untuk menarik modal dariinvestor asing.

Makalah selengkapnya silahkan KLIK di sini

Berita Terkait