Berita

Konstruk Psikologi Kesabaran dan PerannyaDalam Kebahagiaan Seseorang Oleh:Subhan El Hafiz, Fahrul Ro

Artikel Penelitian

KONSTRUK PSIKOLOGI KESABARAN

redaksi , UHAMKA | Thursday, 04/April/2013 10:10

Konstruk Psikologi Kesabaran dan Perannya
Dalam Kebahagiaan Seseorang

Oleh:
Subhan El Hafiz, Fahrul Rozi, Ilham Mundzir, Lila Pratiwi
Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA


Psychologycal Construct on Patient (Sabar) and Its Role for Happiness


Abstract

Patient (sabar) is a concept that had rooted in Islamic value (shabr), therefore the making of patient construct must refer to first source which are Al Quran and Hadits. This research was conducted in multi approach, qualitative and quantitative. Also for the method, there are multi method.
Study 1 purpose was to define what is patient (sabar) using qualitative approach. In this approach, tafsir of Quraish Shihab for verse and hadits which has had word shabr as data. Based on this tafsir, researcher define a key word using codification and continued with categorization, till analyze. The result is definition of Psychology of Patient (Sabar).
Study 2 was conduct to 86 undergraduate student from Health Science Faculty and 140 from Psychology Faculty using 2 instrument to measure patient (sabar), which are test and scale. Test instrument was created to made distinct between patient and unpatient group and also the level of patient (sabar). Scale was created only to see level of patient (sabar) in person. The result showed both instrument has a good internal consistancy which showed from Alpha Cronbach, 0.830 for scale and 0.708 for test, Result also found, test can made a distinction betwee patient (sabar) with unpatient person.
Study 3 is next phase of second study with purpose of this study is to see correlation of patient to other variabel of happiness. Those variabel were Life Satisfaction, Happiness, and Optimism. Life satisfaction was measured with Satisfaction with Life Scale (Diener, Emmons, Larsen, & Griffin, 1985), Happines measured with singel item (Khalek & Ahmed, 2006), and optimism was
measured with Revised-Life Orientation Test (Scheier, Carver dan Bridges, 1994) and those variable tested by Spearman Correlation. The result showed scale of patient (sabar) had significant correlation to happiness (r=0.336) and optimism (r=0,350) but there is no correlation to life satisfaction. While patient (sabar) test had correlation to life satisfaction but there is no correlation to optimism and happiness.
Keywords: Sabar (Patient), Psychology of Patient (Sabar), Patient (Sabar) Scale, Patient (Sabar) Test, Life Satisfaction, Happiness, Optimism.

 

ABSTRAK

Kesabaran merupakan konsep yang berakar dari konsep Islam (Shabr) oleh karena itu perumusan konstruk psikologi kesabaran harus mengacu pada sumber awalnya yaitu Al Quran dan Hadits.
Penelitian ini dilakukan dengan banyak pendekatan, yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Begitu juga dengan metode, dilakukan dengan banyak metode.
Studi 1 adalah pendefinisian psikologi kesabaran menggunakan pendekatan kualitatif dengan tafsir Quraish Shihab terhadap ayat dan hadits yang memiliki kata sabar. Berdasarkan tafsir tersebut peneliti mencari kata kunci dan membuat kategorisasi hingga analisa data. Hasilnya didapat definisi psikologi kesabaran.
Studi 2 yang dilakukan pada 86 orang mahasiswa F. Ilmu Kesehatan dan 140 mahasiswa F. Psikologi merupakan tahap pembuatan instrumen pengukuran sabar dengan dua metode, yaitu tes dan skala. Tes bertujuan untuk dapat membedakan kelompok sabar dan tidak serta tingkatannya sedangkan skala hanya melihat tingkatan kesabaran. Hasilnya kedua instrumen cukup baik dalam
konsistensi internal Alpha Cronbach, yaitu 0,830 untuk skala dan 0,708. Selain itu tes juga mampu membedakan individu sabar dan tidak sabar.
Studi 3 merupakan lanjutan dari studi 2 untuk melihat hubungan kesabaran dengan variabel kebahagiaan. Variabel yang diuji adalah kepuasan hidup, kebahagiaan, dan optimisme. Kepuasan hidup diukur dengan Satisfaction with Life Scale (Diener, Emmons, Larsen, & Griffin, 1985), Kebahagiaan menggunakan 1 aitem skala (Khalek & Ahmed, 2006), dan optimisme menggunakan Revised-Life Orientation Test (Scheier, Carver dan Bridges, 1994) yang dianalisa
menggunakan uji korelasi Spearman. Hasilnya untuk skala kesabaran didapatkan korelasi yang signifikan dengan kebahagiaan (r=0,346) dan optimisme (r=0,350) namun tidak dengan kepuasan hidup sedangkan untuk tes kesabaran didapatkan korelasi yang signifikan dengan kepuasan hidup (r=0,256) namun tidak dengan optimisme dan kebahagiaan.


Kata Kunci: Sabar, Psikologi Kesabaran, Skala Kesabaran, Tes Kesabaran, Kepuasan Hidup, Kebahagiaan, Optimisme.

Ringkasan Hasil penelitian secara lengkap dapat KLIK di sini.

Berita Terkait