Berita

AGENDA MEDIA SURAT KABAR IBU KOTA DALAM PEMBERITAAN MENGENAI PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) DKI J

Artikel Penelitian

Pemberitaan PILKADA DKI

redaksi , UHAMKA | Saturday, 16/February/2013 19:23

AGENDA MEDIA SURAT KABAR IBU KOTA DALAM PEMBERITAAN MENGENAI PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) DKI JAKARTA

 

Said Romadlan

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UHAMKA

Jalan Limau Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

 Telepon 0217205218/08128911880; email: said.ramadlan@gmail.com

 

ABSTRAK: Pilkada DKI Jakarta 2012 ini menarik banyak kalangan untuk mengamatinya. Hal itu karena posisi strategis DKI Jakarta sebagai provinsi yang menjadi Ibu Kota Indonesia. Sebagai peristiwa penting, Pilkada DKI Jakarta ini pun tidak lepas dari liputan media massa. Fokus penelitian ini adalah mengenai pola-pola pemberitaan dan agenda media surat kabar Ibu Kota mengenai Pilkada DKI Jakarta selama masa kampanye. Teori sebagai landasannya yaitu teori agenda setting dan kajian mengenai pola-pola isi media. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi terhadap surat kabar Ibu Kota, yaitu Indopos, Koran Jakarta, Rakyat Merdeka, Seputar Indonesia, dan Warta Kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi cagub-cawagub yang banyak diberitakan adalah pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono. Begitu juga pasangan cagub-cawagub yang banyak dijadikan sumber berita adalah pasangan yang didukung Partai Golkar ini. Dilihat dari pola kecenderungan isi berita, meskipun secara keseluruhan surat kabar banyak mendukung pasangan Alex-Nono, tapi surat kabar mempunyai kecenderungan yang berbeda. Indopos dan Rakyat Merdeka cenderung mendukung pasangan Alex-Nono, sedangkan Seputar Indonesia dan Warta Kota cenderung mendukung pasangan Foke-Nara, dan Koran Jakarta mendukung pasangan Faisal-Biem. Pasangan cagub-cawagub yang tidak banyak didukung atau ditonjolkan oleh surat kabar Ibu Kota adalah pasangan Jokwi-Basuki. Untuk agenda media surat kabar, selain banyak menonjolkan kampanye pasangan cagub-cawagub, terutama pasangan Alex-Nono, surat kabar Ibu Kota juga menonjolkan masalah-masalah lain yang terkait dengan Pilkada DKI Jakarta seperti pelanggaran kampanye, pelanggaran kode etik pemilu, kisruh DPT, keamanan Pilkada, dan masalah atribut kampanye. Dilihat dari kecenderungan bias berita, surat kabar Ibu Kota dalam memberitakan Pilkada DKI Jakarta semuanya cenderung bias atau mengabaikan obyektifitas, tetapi dengan tipologi bias yang berbeda-beda.

Kata Kunci: Agenda Media, Pilkada, Surat Kabar, Pemberitaan

Artikel lengkap silahkan KLIK di sini

 

Berita Terkait