Berita

DIFUSI INOVASI TEKNOLOGI  KOMUNIKASI (INTERNET)  DI KALANGAN PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH

Artikel Penelitian

DIFUSI INOVASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI (INTERNET)

lemlit , UHAMKA | Thursday, 19/July/2012 07:52

DIFUSI INOVASI TEKNOLOGI  KOMUNIKASI (INTERNET)  DI KALANGAN PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH

 Said Romadlan (Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UHAMKA Jl. Limau II Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telepon 021-7205218, HP 0812 8911880, e-mail : said.ramadlan@gmail.com )

 

ABSTRAK

Fokus utama penelitian ini mengenai difusi inovasi teknologi komunikasi, yakni internet di kalangan pondok pesantren Muhammadiyah. Difusi inovasi sendiri adalah proses penyebaran sebuah temuan baru di masyarakat. Mulai dari pengetahuan awal sampai aplikasi dari temuan baru tersebut. Target khusus yang ingin dicapai dari penellitian ini adalah menjadikan hasil penelitian untuk dijadikan acuan (model) adopsi teknologi komunikasi (internet) di kalangan pondok pesantren Muhammadiyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode grounded, yaitu sebuah pendekatan yang refleksif dan terbuka, di mana pengumpulan data, pengembangan konsep-konsep teoritis, dan ulasan literatur berlangsung dalam proses yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap-tahap proses difusi inovasi teknologi komunikasi (internet) di Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah meliputi dua tahap yaitu tahap inisiasi dan tahap implementasi. Tahap inisiasi mencakup proses yang disebut agenda setting, atau penentuan kebutuhan terhadap internet dan matching, penyesuaian-penyesuaian sebelum adopsi internet dilakukan. Sedangkan tahap implementasi mencakup proses redefining atau restructuring, yaitu proses implementasi internet di pondok pesantren yang digunakan sebagai sarana penunjang pembelajaran dan pemenuhan kebutuhan para santri melalui warnet. Proses selanjutnya adalah clarifying dan routinizing, yaitu internet sudah digunakan dalam aktifitas sehari-hari di lingkungan pondok pesantren, untuk belajar bagi santri, dan mencari bahan ajar bagi para guru. Pada tahap ini internet benar-benar telah menjadi elemen yang tidak terpisahkan dari pondok pesantren. Berkaitan dengan implementasinya, internet diaplikasikan ke dalam tiga wilayah. Pertama, di kantor yayasan yang menggunakan hotspot sebagai fasilitas bagi pengurus yayasan dan para guru. Kedua, di laboratorium komputer setiap sekolah sebagai sarana atau tempat pembelajaran bagi santri dan siswa. Ketiga di warnet yang difungsikan sebagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan terutama para santri terhadap internet. Adapun  Faktor-faktor yang memengaruhi adopsi internet adalah pertama, karena internet sebagai bentuk sebuah inovasi sangat bermanfaat dan memberikan banyak keuntungan bagi pondok pesantren. Kedua, adanya kesesuaian antara internet sebagai bentuk inovasi dengan nilai-nilai atau norma yang dianut oleh lembaga pondok pesantren ini. Ketiga, adanya pandangan bahwa internet merupakan masalah duniawi yang urusannya diserahkan sepenuhnya kepada diri masing-masing.

 

Key Words: Difusi of Inovation, Internet, Pondok Pesantren Karangsem, Muhammadiyah

 

Makalah lengkap silahkan KLIK di sini

Berita Terkait

Agenda Penelitian

Strategi Pengembangan LPPM & LEMLITBANG UHAMKA

14 Apr 2011

LEMLITBANG & LPPM UHAMKA adalah sebuah lembaga pengelola teknis Universitas Muhammadiyah Prof Dr


Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

Fakultas Teknik PT Muhammadiyah Gagas Forum Diskusi Teknologi

22 Jul 2011

Fakultas Teknik Perguruan Tinggi Muhammadiyah se- Indonesia mengadakan pertemuan (Rakornas) di Unive


Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

Dr Haedar Nasir MSi Memapaparkan Strategi Pengembangan Cabang dan Ranting

26 Jul 2011

Universitas Prof Dr HAMKA (UHAMKA) bekerjasama dengan LPCR PP Muhammadiyah menyelenggarakan Rakornas