Berita

Survei yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Muhammadiyah Dr Hamka atau Uhamka

Artikel Penelitian

SURVEI MEMBUKTIKAN TERORISME EKSPRESI KETIDAK PUASAN PADA TUNTUTAN KEADILAN & KESEJAHTERAAN

lemlit , UHAMKA | Saturday, 07/April/2012 03:29

Survei yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian (Lemlit) Universitas Muhammadiyah Dr Hamka atau Uhamka Jakarta, menyimpulkan aksi terorisme yang muncul dengan nama jihad merupakan ekspresi ketidakpuasan pada kondisi yang ada.

"Sebagian besar atau 40 persen partisan hanya mengasosiasikan jihad dengan kata berjuang dan amal sholeh, dan hanya 16 persen yang mengasosiasikan dengan perang," kata juru bicara Tim Survei tentang "Terorisme dan Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Pemerintah" dari Lemlit Uhamka, Subhan El Hafiz di Jakarta.

Dosen Fakultas Psikologi Uhamka itu mengatakan aksi terorisme yang muncul diperkirakan berasal dari pengkristalan kelompok yang 16 persen tersebut. "Pertanyaan lain yang mendukung kesimpulan di antaranya data yang menunjukkan 62 persen partisan menyatakan tidak ada penghinaan terhadap Islam dalam sebulan terakhir ini, ujarnya.

Bahkan dari partisan yang menyatakan ada penghinaan terhadap Islam, 19 persen di antaranya menyatakan "aksi kekerasan atas nama Islam" dan tujuh persen menyatakan "aliran sesat" sebagai bentuk penghinaan terhadap Islam yang diketahuinya. "Hasil ini memperlihatkan bahwa perbedaan keyakinan memiliki kemungkinan kecil sebagai pemicu ketidakpuasan yang berujung pada terorisme," katanya.

Menurutnya, aksi terorisme yang terjadi di Indonesia bukan berasal dari hubungan antaragama namun lebih pada ekspresi ketidakpuasan terhadap kondisi yang ada seperti aspek keadilan dan kesenjangan sosial. Karena itu, lanjutnya, pendekatan negara dalam menyikapi aksi terorisme harus mulai dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan taraf kepuasan.

"Pada kelompok ini, pembinaan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan sosial dalam upaya menurunkan taraf ketidakpuasan merupakan cara yang paling efektif mencegah terorisme," ujarnya.

Namun demikian, menanggapi pertanyaan tentang penilaian terhadap pemerintah saat ini jika dikaitkan dengan agama, 55 persen partisipan mengatakan pemerintah sudah adil dan hanya 15 persen yang mengatakan tak adil.

Sementara itu Ketua lemlitbang UHAMKA Endy Sjaiful Alim pada kesempatan terpisah menyatakan dalam penelitian sebelumnya juga diperoleh kesimpulan bahwa aksi kekerasan termasuk terorisme juga lebih dipengaruhi oleh kondisi sosial politik yang masih dalam masa rekonsiliasi demokrasi di Indonesia, bahkan ada korelasi antara propoganda terorisme dengan kelompok-kelompok yang pobia terhadapajaran agama.

 

Berita Terkait

Agenda Kegiatan

DR GUNAWAN MEMBUKA SOSIALISASI PKM DI UHAMKA

21 Oct 2012

Dr Gunawan Suryo Putro, MSi, selaku wakil rektor III UHAMKA telah berkenan membuka  acara sosia


Agenda Kegiatan

Pemasukan Proposal Penelitian Dosen UHAMKA

12 Feb 2012

Alhamdulillah, Sosialisasi Program Penelitian 2012 telah terselenggara dengan lancar. Acara yang dii


Seputar Uhamka

TEAM ROBOT F TEKNIK UHAMKA LOLOS TAHAP II

16 Mar 2012

Sesuai hasil penilaian team juri kontes robot Indonesia terhadap laporan kemajuan pembuatan robot da