Berita

MODEL PENGUKURAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RS MUHAMMADIYAH-‘AISYIYAH TAHUN 2011 oleh: Emma

Artikel Penelitian

KESELAMATAN PASIEN DI RS MUHAMMADIYAH

lemlit , UHAMKA | Thursday, 12/January/2012 08:55

MODEL PENGUKURAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RS MUHAMMADIYAH-‘AISYIYAH TAHUN 2011

oleh: Emma Rachmawati, Dosen Fikes UHAMKA  

(e-mail : era-five@yahoo.com)

*Hasil Penelitian Disertasi S3 FKM UI

 

Abstrak

 

Latar_Belakang :  

Berbagai hasil studi merekomendasikan untuk memperbaiki upaya keselamatan pasien dengan memperhatikan isu-isu budaya/iklim keselamatan pasien di langkah awal. Survey untuk mengukur iklim keselamatan di RS kemudian berkembang dan digunakan secara rutin dan berperan dalam memprediksi perhatian RS terhadap keselamatan pasien. Studi ini bertujuan untuk membuat model pengukuran Budaya Keselamatan Pasien di RS Muhammadiyah-‘Aisyiyah (RSMA) dengan nilai psikometrik yang baik.

Metode:

Kuesioner Budaya Keselamatan Pasien didistribusikan ke seluruh pegawai di 5 RS Muhammadiyah-‘Aisyiyah, kecuali Direksi RS, di beberapa provinsi di P Jawa, yang dilakukan selama bulan Januari-Juni 2011. Tingkat respon mencapai 1198 (79.8%) dan kuesioner yang bersih (no-missing data) adalah 936 (62.40%). Disain studi ini adalah cross sectional. Analisis model pengukuran dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan Structural Equation Model (SEM) 2nd level.

Hasil/Temuan:

Melalui CFA diperoleh 4 faktor yang saling berhubungan secara bermakna  untuk model pengukuran iklim keselamatan pasien, yaitu Kepemimpinan Transformasional (di tingkat direksi RS dengan 4 indikator), Kesadaran Individual (di tingkat Individu dengan 5 indikator), Kerjasama Tim (di Tingkat Unit Kerja dengan 3 indikatora): serta Budaya Keselamatan Pasien (di Tingkat Organisasi/RS dengan indikator. Nilai validitas setiap indikator baik (pada α=0.05: t>1,96 dan SLF>0,70) dan reliabilitas yang juga baik (CR=0.90>0.70, dan VE>0.50) , serta Goodness of Fit (GoF)  yang baik: nilai RMSEA=0.047<0.08 (close fit). Dengan model ini dapat ditunjukkan variasi Kondisi Budaya Keselamatan Pasien di ke-lima RSMA. Kepemimpinan Transformasional paling berpengaruh positif langsung terhadap budaya keselamatan pasien dibanding kerjasama tim dan kesadaran individual. Semua variabel berhubungan secara bermakna secara statistik.

Kesimpulan:

Instrumen pengukuran budaya keselamatan pasien di RSMA mempunyai karakteristik psikometrik yang baik dan dapat mengukur serta membandingkan kondisi budaya keselamatan pasien RSMA. Model ini dapat mendeteksi awal perhatian di setiap tingkatan yang ada di RS terhadap keselamatan pasien sehingga dapat dikembangkan menjadi rencana intervensi yang lebih komprehensif untuk memperbaiki budaya keselamatan pasien.

Kata_kunci:

Keselamatan pasien, budaya keselamatan pasien, model pengukuran, kepemimpinan transformasional, kerjasama tim, kesadaran individual

 

UNTUK MENGUNDUH (DOWNLOAD) ARTIKEL SILAHKAN KLIK DI SINI

 

Berita Terkait

Pengumuman

Batas Pemasukan Proposal Penelitian Reguler

14 Apr 2011

Sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil dalam acara WorkShop bahwa batas pemasukan proposal pen


Agenda Penelitian

Strategi Pengembangan LPPM & LEMLITBANG UHAMKA

14 Apr 2011

LEMLITBANG & LPPM UHAMKA adalah sebuah lembaga pengelola teknis Universitas Muhammadiyah Prof Dr


Artikel Penelitian

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KONSEP PEMBAGIAN DAN PERKALIAN

15 Jun 2011

  Drs. H. Nawawi, M. Si   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan ha