Berita

  REPRESENTASI GENDER DALAM NOVEL REMY SYLADO BERLATAR PENJAJAHAN DAN KEMERDEKAAN (Kajian

Artikel Penelitian

REPRESENTASI GENDER DALAM KARYA SASTRA

lemlit , UHAMKA | Wednesday, 11/January/2012 21:30

 

REPRESENTASI GENDER DALAM NOVEL REMY SYLADO BERLATAR PENJAJAHAN DAN KEMERDEKAAN (Kajian Feminis Pascakolonial)

Dr. Prima Gusti Yanti, M.Hum. Dosen Bahasa Indonesia  FKIP UHAMKA

 

PENDAHULUAN 

Kedatangan bangsa Barat pada awalnya bukan dengan maksud untuk menjajah. Artinya, kedatangan bangsa Barat tidak serta merta dapat dikaitkan dengan maksud mengadu domba, memecah belah, melakukan monopoli, berperang, dan berbagai tujuan lain untuk menguasai. Namun, dengan berbagai penyebab berubahlah niat kedatangan bangsa Barat tersebut menjadi ingin menguasai dan menjajah. Pada umumnya kolonialisme dipicu oleh faktor penguasaan ekonomi dengan tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain, seperti politik, agama, dan petualangan.

Akibat langsung penjajahan adalah berbagai bentuk penderitaan secara fisik. Tidak terhitung jumlah pengorbanan  yang terjadi sejak kedatangan Belanda untuk pertama kali hingga tercapai kemerdekaan. Penderitaan akibat penjajahan yang terjadi pada perempuan sering tidak diungkap. Bahkan, sering terabaikan. Hal itu disebabkan para penganut teori poskolonial feminis  telah memberikan alasan yang kuat bahwa persoalan pusat politik rasial telah menenggelamkan ”kolonisasi ganda” kaum perempuan di bawah kekuasaan imperalis. Teori tersebut merumuskan bahwa ”perempuan dunia ketiga” merupakan korban par excellence – korban yang terlupakan dari dua ideologi imperialisme dan patriarki asing.

Perempuan-perempuan terutama di dunia ke tiga mengalami marginalitas. Mereka termarginalkan dalam berbagai kehidupan. Padahal, keberadaan perempuan dunia ketiga sangat dibutuhkan untuk menjadi  oposisi perempuan Barat. Kehadiran konsep feminis Barat merupakan oposisi dari feminis Timur. Kehadiran feminis Timur menciptakan konsep-konsep feminis Barat. Trinh dalam Leela Gandhi mengatakan bahwa Perempuan pribumi diperlukan untuk menetapkan perbedaan yang muncul dari referen utama feminis Barat. Perempuan dunia ketiga bisa dilihat sebagai objek lain dari pengetahuan Barat, yang secara bersamaan dapat diketahui  maupun tidak. Spivak mengusulkan agar feminis akademik  bersedia berbicara pada perempuan tertindas, untuk belajar dari pengalaman hidupnya.

Diskriminasi merupakan salah satu ciri kolonialisme, sekaligus mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali untuk kaum perempuannya. Diskriminasi terhadap kaum perempuan itu ditemukan dalam beberapa karya Remy Sylado, seperti Cabaukan, Kembang Jepun, Kerudung Merah Kirmizi, dan Baulevard de Clichy.

MAKALAH LENGKAP SILAHKAN KILK DI SINI

 

Berita Terkait

Agenda Penelitian

Strategi Pengembangan LPPM & LEMLITBANG UHAMKA

14 Apr 2011

LEMLITBANG & LPPM UHAMKA adalah sebuah lembaga pengelola teknis Universitas Muhammadiyah Prof Dr


Artikel Penelitian

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KONSEP PEMBAGIAN DAN PERKALIAN

15 Jun 2011

  Drs. H. Nawawi, M. Si   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan ha


Artikel Penelitian

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN METODE REINFORCEMENT

15 Jun 2011

  Oleh: Mayarni, S.Pd., M.Si.  Dosen FKIP Prog. Studi Biologi UHAMKA Makalah ini disampaik