Berita

PENGARUH SUHU DAN  WAKTU PERENDAMAN TERHADAP PENGURANGAN KADAR FORMALDEHID DALAM WADAH PERALATA

Artikel Penelitian

PERALATAN MAKAN BERMELAMIN

lemlit , UHAMKA | Monday, 09/January/2012 07:38

PENGARUH SUHU DAN  WAKTU PERENDAMAN TERHADAP PENGURANGAN KADAR FORMALDEHID DALAM WADAH PERALATAN MAKAN MELAMIN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

 

The effect of temperature and soaking duration on the content of formaldehyde in the melamine dining wares by ditecting with Spectrophotometry UV-Vis

Fatimah Nisma, Almawati Situmorang dan Ani Kartika Syarif (Jurusan Farmasi. FMIPA. UHAMKA, Jakarta)

PENDAHULUAN

Melamin merupakan persenyawaan (polimerisasi) kimia antara monomer formaldehid dan fenol. Bila kedua senyawa ini bergabung, sifat racun formaldehid akan hilang karena terlebur menjadi satu yaitu melamin. Tetapi formaldehid dapat muncul dan bersifat racun bila melamin mengalami depolimerisasi, misalnya karena paparan panas, sinar ultraviolet, gesekan dan tergerusnya permukaan melamin hingga partikel formaldehid terlepas.

Pada wadah peralatan melamin yang terbuat dari urea, formaldehid mempunyai ikatan kimia berupa rantai lurus dan kurang stabil, sehingga pelepasan formaldehidnya lebih mudah, dan hanya tahan sampai suhu 620C. Formalin yang dilepaskan oleh peralatan makan tersebut berpotensi membahayakan kesehatan karena bisa menyebabkan timbulnya kanker, batu ginjal, gagal ginjal, menyerang saluran kemih, serta rusaknya organ-organ tubuh dan menyebabkan kematian (Baner, Albert.  2000).

Melamin berbahaya jika tertelan, terhirup, atau terserap kulit. Paparan secara kronik dapat mencetuskan terjadinya kanker dan kerusakan sistem reproduksi dan  dosis toksik dari melamin cukup tinggi dengan LD50 3,161 mg per kg berat badan (WHO.2008). Melamin menjadi boomerang bagi kesehatan tubuh yaitu ketika terjadinya migrasi monomer formaldehid ke dalam makanan yang dikonsumsi. Ketika formaldehid yang terdapat pada bahan melamin lepas akibat panas atau asam, dikhawatirkan terjadi migrasi monomer tersebut kebahan pangan. Apabila kontak tersebut terjadi dalam jangka waktu yang panjang periode 5-40 tahun akan menyebabkan zat kimia tersebut terakumulasi dan menjadi konsisten (stabil), sehingga sulit diekskresikan dan menjadi zat asing dalam tubuh yang berefek pada gangguan fungsi organ dan memicu penyakit kanker atau ginjal (OECD.1998).

 

Makalah selengkapnya silahkan KLIK di sini

Berita Terkait