Berita

  PENDAMPINGAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)&

Agenda Penelitian

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI TEMPAT PENGUNGSIAN

lemlit , UHAMKA | Wednesday, 04/January/2012 04:18

 

PENDAMPINGAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI TEMPAT PENGUNGSIAN LAHAR DINGIN GUNUNG MERAPI KABUPATEN MAGELANG JAWA TENGAH

Retno Mardhiati, M.Kes

Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka

 

Email : retno_m74@yahoo.co.id

 

 

LATAR BELAKANG KEGIATAN

Status kesehatan masyarakat antara lain ditentukan oleh Angka Kematian Ibu  (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Umur Harapan Hidup (UHH). AKI di Indonesia dilaporkan tahun 2005 sekitar 256 kematian per  100.000 kelahiran hidup, angka ini masih jauh dari target nasional tahun 2010 sebesar 125/100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu yang tinggi sangat erat kaitannya dengan ditolong tidaknya persalinan oleh tenaga kesehatan. Data Susenas menyatakan persentase pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebagai penolong pertama adalah 64 persen (Susenas 2004). Dibandingkan dengan Susenas 2001 dan 2003, angka tersebut mengalami kenaikan masing-masing sebesar 5 persen dan 3 persen. Peningkatan tersebut merupakan kontribusi peran bidan yang mencakup pertolongan persalinan masing-masing 50 % (Susenas 2001), 53 % (Susenas 2003), dan 55 % (Susenas 2004). Propinsi yang memiliki prosentase terrendah dalam pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebagai penolong pertama adalah propinsi Maluku sedangkan propinsi yang tertinggi adalah propinsi DKI Jakarta. Sedangkan Jawa Barat (55,6%) memiliki prosentase masih dibawah standar nasional yang ditetapkan yaitu 64,3 %.

Untuk angka kematian Bayi (AKB) dilaporkan 32 kematian per 1.000 kelahiran hidup tahun 2003 dan 25 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2006. Penyebab langsung kematian bayi terbanyak disebabkan karena pertumbuhan janin yang lambat, kekurangan gizi pada janin, kelahiran prematur dan berat bayi lahir rendah. Sedangkan untuk penyebab tidak langsung adalah kurangnya ibu yang memberikan ASI secara eksklusif, sehingga banyak bayi yang mudah terkena penyakit infeksi seperti Diare dan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) sehingga menyebabkan kematian.

Target nasional prosentase dalam pemberian ASI Eksklusif adalah 34,8 %. Propinsi yang paling tinggi prosentase dalam pemberian ASI Eksklusif adalah Propinsi Sulawesi Selatan (52 %). Sedangkan Propinsi yang paling rendah propsentase dalam pemberian ASI Eksklusif adalah Propinsi Bangka Belitung (18,9 %). Susenas 2004 melaporkan sebesar 35% bayi umur 0-6 bulan mendapat ASI Ekslusif  selama 24 jam terakhir. Dibandingkan dengan data susenas 2003 ada penurunan sebesar 3 persen. Dengan demikian, pencapaian semakin jauh target indonesia sehat 2010 yang diharapkan, yaitu sebesar 80 persen.

            Perubahan tingkat kesehatan juga memicu transisi epidemiologi penyakit yakni bertambah penyakit degenerasi atau dikenal dengan penyakit tidak menular (PTM) saat ini PTM seperti penyakit jantung stroke hipertensi diabetes mellitus merupakan penyebab utama kematian dan ketidakmampuan fisik yang diderita oleh masyarakat indonesia bahkan dunia terjadinya PTM ternyata telah mempunyai prakondisi sejak dalam kandungan dan masa pertumbuhan seperti berat bayi lahir rendah, kurang gizi dan terjadinya infeksi berulang, juga diperberat oleh perilaku tidak sehat    

Perilaku tidak sehat yang saat ini menjadi tren gaya hidup masyarakat antara lain merokok, kurang aktivitas fisik, dan kurang mengkonsumsi buah dan sayur. Menurut Susenas 2004 persentase penduduk umur 15 tahun keatas yang tidak merokok adalah 66 persen. Dibandingkan Susenas 2001 dan 2003, terjadi penurunan sebesar 2 persen.

Susenas 2004 menunjukkan secara keseluruhan hanya 6 persen penduduk umur 15 tahun ke atas yang cukup beraktivitas fisik, sebagian besar 85 % penduduk kurang beraktifitas fisik dan 9 persen tidak biasa melakukan aktivitas/sedentary.

Susenas 2004 menunjukkan secara keseluruhan hanya 1 persen penduduk umur 15 tahun ke atas yang cukup mengkonsumsi sayur dan buah. Hampir seluruh penduduk 99 persen kurang mengkonsumsi sayur dan buah. Sedangkan Susenas 2003, berdasarkan kriteria yang dipakai, menunjukkan cukup serat adalah 9 persen dan yang mengkonsumsi kurang serat sebesar 91 persen.

 

Untuk melihat Makalah Lengkap silahkan KLIK di SINI

Berita Terkait