Berita

Adiba Zahara dan Rudi Marhazi, adalah relawan Program Penanganan Kemiskinan di DKI, Yang telah diter

Agenda Penelitian

MEMBANGUN MASYARAKAT YANG CERDAS, MANDIRI, DAN SEJAHTERA

lemlit , UHAMKA | Wednesday, 09/May/2012 10:31

Adiba Zahara dan Rudi Marhazi, adalah relawan Program Penanganan Kemiskinan di DKI, Yang telah diterjunkan di kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Program ini adalah bagian dari upaya wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk melaksanakan pengabdian masyarakat, sebagai salah satu upaya penanganan kawasan miskin di perkotaan. Program ini di dukung penuh oleh Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara, bermitra dengan berbagai Perguruan Tinggi di wilayah DKI dan sekitarnya. 

 

PENDAHULUAN

Rumah-rumah di RT 07 RW 07 Kelurahan Tanah Tinggi bertumpukan tak beraturan. Mereka tidak memiliki sanitasi yang layak dan 70% warganya tidak memiliki MCK. Kebanyakan dari mereka hanya memiliki kamar mandi yang tidak ada WC. Mereka perlu berjalan sekitar 100 meter untuk menuju MCK umum terdekat. Bahkan ada 4 rumah disana yang memiliki kamar mandi tanpa WC yang digunakan bersama-sama meski keadaannya sudah sangat tidak layak. Yang memprihatinkan adalah saluran air tempat tersebut sudah lama mampet dan air kotornya menjadi selalu tergenang dan yang lebih mengkhawatirkan adalah tempat ini masih dijadikan tempat mencuci bahan makanan oleh beberapa pedagang. Kesehatan warga selama ini dikatakan jarang ada warga yang menderita penyakit serius. Kebanyakan dari mereka hanya menderita penyakit kulit seperti gatal-gatal dan sebagainya. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh sanitasi yang tidak layak. Efek jangka panjang dari sanitasi yang buruk ini dikhawatirkan akan mencemari makanan yang dijual oleh pedagang, jika makanan yang dijual sudah tidak dipercaya oleh pembeli makan akan berakibat kepada matinya ekonomi warga yang berprofesi sebagai pedagang.

Perekonomian warga seperti sudah dijelaskan diawal, hampir seluruh warga RT 07 berprofesi sebagai pedagang, sisanya adalah pekerja serabutan dan menjadi penjahit. Mereka berdagang makanan siap saji seperti nasi uduk, gado-gado, lauk-pauk, siomay, kue-kue, dan sebaginya. Gambaran umum untuk warga RT 07 adalah mereka sudah mandiri secara ekonomi terbukti bahwa mereka sudah memiliki usaha masing-masing meski hanya pada skala mikro. Pada hari II kami berada dilokasi, kami menemukan ada seseorang yang menagih utang pada beberapa warga, warga menyebutnya sebagai Bank Keliling (Banke). Bank keliling ini meminjamkan uang kepada warga dalam jumlah kecil, hanya sebesar 200-500 ribu. Namun banke ini mengenakan bunga yang sangat tinggi, sebesar 20 % dalam tempo singkat hanya 12hari untuk 100.000 yang dipinjam dengan bunga 20.000  dan dibayar 10.000 perharinya. Praktek banke ini sangat mengkhawatirkan dapat dilihat bagaimana seorang pedagang kecil harus bekerja keras berdagang dan keuntungannya diambil oleh rentenir.

Masalah penganguran juga menjadi masalah yang mengkhawatirkan karena berdampak pada ekonomi mereka yang pada akhirnya memaksa mereka untuk membiasakan diri hidup jauh dari kesejahteraan.

Untuk melihat makalah lengkap silahkan klik disini

Berita Terkait

Agenda Kegiatan

Program Kreativitas Mahasiswa 2011

29 Aug 2011

DITLITABMAS DIKTI KEMDIKNAS telah membuka pengajuan Proposal PKM 2011 mulai bulan Agustus sampai Okt


Pengumuman

Hibah Penelitian Kompetitif

26 Jul 2011

Sebagaimana hasil rapat koordinasi dan lokakarya program Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya,


Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

Prof A. Malik Fadjar : Muhammadiyah Harus Terus Kembangkan IPTEK

30 Jul 2011

Prof A Malik Fadjar membuka acara Forum Group Diskusi Teknologi (FGDT) yang dihadiri oleh Perguruan