Berita

Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Lemlitbang) UHAMKA bekerja sama dengan Yayasan Spiritia te

Agenda Kegiatan

Diseminasi Hasil Penelitian “Pengaruh Dukungan Sebaya terhadap kualitas hidup ODHA”

lemlit , UHAMKA | Tuesday, 19/July/2011 19:52

Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LemlitbangUHAMKA bekerja sama dengan Yayasan Spiritia telah melakukan sebuah penelitian untuk melihat hubungan peran dukungan sebaya dengan mutu hidup Odha di Indonesia. Proses penelitian yang berdurasi 4 bulan dan bersifat nasional ini dilakukan secara independen oleh LPPU HAMKA di 10 provinsi: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Bali, Sulawesi Selatan, NTT, NTB dan Papua. Penelitian ini didukung oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), HCPI dan The Ford Foundation.


Presentasi hasil penelitian ini disampaikan oleh Team peneliti lemlitbang UHAMKA Ibu Retno Mardiati, M.Kes dan Sarah Handayani,M.Kes. Keduanya adalah dosen di Fakultas Kesehatan UHAMKA. Presentasi ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 Juli 2011 di Hotel Cemara Jl Wahid Hasyim Jakarta.

Latar belakang penelitian ini sesuai data  sampai dengan Desember 2010 secara kumulatif jumlah kasus AIDS yang dilaporkan adalah 24.131 kasus. Sebanyak 300 kabupaten/kota yang melapor dan sebanyak 32 provinsi yang melapor. Tingkat kumulatif kasus AIDS Nasional sampai dengan Desember 2010 adalah 10,46 per 100.000 penduduk (berdasarkan data BPS 2009, jumlah penduduk Indonesia 230.632.700 jiwa).

Perawatan HIV di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 2005 dengan jumlah yang masih dalam pengobatan ARV pada tahun 2005 sebanyak 2.381 (61% dari yang pernah menerima ARV). Kemudian sampai dengan Desember 2010 terdapat 19.572 Odha yang masih menerima ARV (57,3% dari yang pernah menerima ARV). Kematian Odha menurun dari 46% pada tahun 2006 menjadi 22% pada tahun 2010.

Menurut dokumentasi Yayasan Spiritia, pada tahun 2001, sebagian besar Odha mendapatkan stigma dan diskriminasi, merasa putus harapan hidup dengan percaya diri rendah, tidak diberikan penjelasan mengenai HIV, mengalami pelanggaran hak asasi dalam sektor layanan kesehatan yang membuat Odha tidak mengakses layanan kesehatan, tidak dilibatkan dalam kegiatan sosial, dan lain-lain. Hasil dokumentasi yang kedua pada tahun 2002 juga masih menunjukkan hasil serupa.

Berawal dari kelompok dukungan sebaya yang pertama kali terbentuk di Indonesia pada tahun 1995, pola-pola dukungan KDS dimulai dengan pertemuan-pertemuan tertutup bagi Odha untuk saling berbagi pengalaman, kekuatan dan harapan. Pola pun berkembang dengan kegiatan-kegiatan belajar bersama hingga keterlibatan Odha lebih luas dalam penyebaran informasi dan advokasi terkait HIV. Yayasan Spiritia menyadari bahwa kelompok dukungan sebaya (KDS) berperan penting dalam mendukung sesama dan memberikan dampak positif dalam peningkatan mutu hidup Odha dan keluarganya.

Peningkatan mutu hidup Odha merupakan salah satu tujuan dari Strategi Rencana Aksi Nasional (SRAN) 2010-2014. Untuk mencapai tujuan nasional tersebut, Yayasan Spiritia mengembangkan jejaring dukungan dengan memfasilitasi pembentukan, pengembangan dan penguatan Kelompok Penggagas (KP) di tingkat Provinsi. Hingga kini, Sebanyak 18 KP Provinsi telah berperan aktif mengembangkan KDS untuk lebih banyak mendukung Odha dan keluarganya di tingkat kabupaten/kota di provinsinya masing-masing. Sampai dengan Desember 2010, 246 KDS telah terbentuk di 118 kabupaten/kota di 22 provinsi. Upaya bersama antara Spiritia, KP dan KDS ini telah mampu mendukung lebih dari 17.000 Odha hingga 2 September 2010. Spiritia, KP dan KDS secara bersama-sama telah menetapkan lima pilar yang menjadi tolak ukur minimal yang harus dicapai dalam peningkatan mutu hidup Odha pada Pertemuan Nasional Kelompok Penggagas di Surabaya tahun 2009. Peningkatan mutu hidup Odha memperhatikan paradigma sehat dan produktif dengan mengedepankan HAM dan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender. Kelima pilar ini seiring dengan konsep pemberdayaan berdasarkan perspektif Odha yang diusung oleh Jaringan Odha Internasional (GNP+) yaitu positive health, dignity and prevention.

Adapun kelima pilar tersebut adalah punya kepercayaan diri; punya pengetahuan tentang HIV; punya akses dan menggunakan layananan dukungan, pengobatan dan perawatan; tidak menularkan virus kepada orang lain; melakukan kegiatan-kegiatan positif. Meskipun kelima pilar tersebut telah ditetapkan, namun hingga saat ini belum dilakukan penelitian untuk mengukur peran KP dan KDS dalam mengubah mutu hidup Odha. Secara ilmiah, konsep wadah dukungan sebaya belum dilihat sebagai inovasi dalam mengubah mutu hidup Odha dan keluarganya.

 

Berita Terkait

Pengumuman

Batas Pemasukan Proposal Penelitian Reguler

14 Apr 2011

Sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil dalam acara WorkShop bahwa batas pemasukan proposal pen


Agenda Penelitian

Strategi Pengembangan LPPM & LEMLITBANG UHAMKA

14 Apr 2011

LEMLITBANG & LPPM UHAMKA adalah sebuah lembaga pengelola teknis Universitas Muhammadiyah Prof Dr


Pengumuman

Penandatanganan Kontrak Penelitian Reguler Periode April

05 May 2011

PENGUMUMAN RESMI Kepada Bpk/Ibu dosen Yang telah memsukkan proposal penelitian reguler periode