Berita

Rektor UHAMKA Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd menegaskan bahwa di tahun akademik 2011-2012 UHAMKA berhas

Agenda Kegiatan

WISUDA UHAMKA 2011

lemlit , UHAMKA | Tuesday, 20/December/2011 07:24

Rektor UHAMKA Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd menegaskan bahwa di tahun akademik 2011-2012 UHAMKA berhasil mewisuda 2. 280 magister, sarjana, dan ahli madya. 60 persen dari wisudawan itu sudah bekerja di berbagai instansi pemerintahan maupun swasta. Dan 1. 280 orang wisudawan berasal dari Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Hal tersebut ditegaskan Prof. Dr. Suyatno, M.Pd saat memberikan laporan pada siding terbuka senat UHAMKA dalam rangka wisuda magister, sarjana dan ahli madya di Balai Sidang Jakarta Convention Center, 17 Desember 2011.

Menurut Suyatno, besarnya jumlah wisudawan itu merupakan sebuah rekor tertinggi sepanjang 54 tahun perjalanan UHAMKA.  “Tahun 2011 ini merupakan tahun yang menggembirakan bagi perjalanan UHAMKA sepanjang 54 tahun usianya. Karena di tahun ini jumlah wisudawan mencapai  2.285 orang. Ini merupakan sebuah rekor tertinggi yang dicapai UHAMKA,”ujarnya.

Selain ketua umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA hadir pula wakil menteri pendidikan dan kebudayaan, Prof.  Dr. Ir. Musliar Kasim.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA menegaskan para wisudawan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) yang diwisuda dapat berperan seperti Sang Pencerah yang mampu memberikan perubahan bagi bangsa Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Din saat berpidato dalam acara wisuda2.280 magister, sarjana dan ahli madya UHAMKA di Jakarta Convention Center (JCC) (17/12).

Ditambahkan Din, kondisi bangsa Indonesia saat ini tengah menghadapi persoalan bangsa yang sangat kompleks. Masalah tersebut tidak terlihat secara nyata, namun dapat dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita sering terkecoh dan terkesan lari dari masalah. Akibatnya terjadlah penumpukan masalah bangsa,”ujarnya.

Masalah yang membelit bangsa besar ini, tegas Din adalah masalah tuna aksara moral. Karena pelaku dari tuna aksara moral ini adalah kaum elit dan terdidik. Akibat dari tuna aksara ini, praktek korupsi begitu marak.

“Tuna aksara moral lebih berbahaya dari pada tuna aksara latin. Karena tuna akasara moral initelah menghinggapi para elit dan kaum terdidik negeri ini,”jelas Din.

Din berharap, para sarjana UHAMKA yang diwisuda saat ini harus mampu memberikan pencerahan bagi bangsa ini. Sarjana UHAMKA harus tampil dengan nilai tambah, tidak sekedar sarjana yang menguasai suatu bidang, tetapi juga memiliki komitmen moral, nilai-nilai kejujuran dan keadilan. Sehingga para sarjana ini dapat bermanfaat bagi bangsa ini.

“Sarjana UHAMKA harus menjadi panah-panah pencerahan bangsa. Selain  itu juga sebagai panah-panah peradaban bangsa yang mampu berkiprah untuk membangun bangsa,”ujar Din.

Din Syamsudin sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh UHAMKA. Prestasi ini menunjukkan bahwa UHAMKA telah mampu memberikan yang terbaik bagi kemaslahatan bangsa lewat jalur pendidikan.

Disamping itu Din berpesan agar para sarjana UHAMKA yang belum memiliki kerja dapat menciptakan lapangan kerja, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Din juga bangga dengan pernyataan Rektor UHAMKA yang menyatakan bahwa 60 persen sarjana yang diwisuda sudah bekerja (diambil dari web uhamka.ac.id)

Berita Terkait

Agenda Kegiatan

Program Kreativitas Mahasiswa 2011

29 Aug 2011

DITLITABMAS DIKTI KEMDIKNAS telah membuka pengajuan Proposal PKM 2011 mulai bulan Agustus sampai Okt


Pengumuman

Hibah Penelitian Kompetitif

26 Jul 2011

Sebagaimana hasil rapat koordinasi dan lokakarya program Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya,


Warta Islam dan Kemuhammadiyahan

Prof A. Malik Fadjar : Muhammadiyah Harus Terus Kembangkan IPTEK

30 Jul 2011

Prof A Malik Fadjar membuka acara Forum Group Diskusi Teknologi (FGDT) yang dihadiri oleh Perguruan